Ø
Setelah
menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat untuk BP seperti
Rugby atau Eton, akhirnya Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse
School di tahun 1870.
Ø
Di
Charterhouse, BP sangat populer, selain pandai dalam belajar sehingga BP meraih
beasiswa, BP juga mengikuti kegiatan ekstra seperti :
Ø
Marching
Band
Ø
Klub
Menembak (Rifle Corps)
Ø
Teater,
Kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan
drama bersama sahabatnya Mc Laren.
Ø
Melukis
dan menggambar, gambar / ilustrasinya selalu mengisi berbagai karya tulisnya.
Ø
Kiper
kesebelasan Chartehouse
Ø
Di
Charterhouse School inilah BP mendapatkan julukan lainnya, yaitu
“Bathing-Towel”.
Ø
Di
usia 19 tahun, BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian BP
memutuskan untuk bergabung dengan Dinas Kemiliteran, atas bantuan Pamannya
Kolonel Henry Smyth, Komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian
setelah lulus dari akademi militer tersebut BP ditempatkan di india, dengan
pangkat Pembantu Letnan.
Ø
Pengalaman
BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempegaruhi perkembangan
berdirinya Gerakan Kepanduan di Inggris.
Ø
Setelah sempat berpindah-pindah Baden-Powell
akhirnya ditugaskan di Mafeking, sebuah kota dipedalaman Afrika Selatan. Kota ini
lah yang membuat nama Bp menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya karena
jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan Kota Mafeking terhadap pengepungan
bangsa Boer selama kurang lebih 217 hari .
Ø
Selama bertugas di Afrika, Baden-Powell banyak
melakukan pertempuran sehingga pengalamannya makin bertambah. Karena
keberaniaanya tersebut Baden-Powell mendapat julukan IMPESA dari suku-suku
setempat yang memiliki arti “Srigala yang tak pernah tidur”. Hal ini disebabkan
karena sifat Baden-Powell yang selalu waspada, cekatan, dan berani.
Ø
Baden-Powell pada tahun1908 menulis buku
Scouting For Boys. Sebuah mahakarya yang sangat spektakuler. Buku inilah yang
mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar
diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.
Ø
Pada tahun 1912 Baden-Powell mengadakan
perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu diberbagai Negara.
Ø
Pada tahun 1920 para pandu sedunia berkumpul di
Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Duniayang pertama. Pada hari
terakhir kegiatan tersebut (6 agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief
Scout Of The World (Bapak Pandu Sedunia) dan dianugrahi gelar Lord Boden-Powell
Of Gilwell.
Ø
Sepulangnya Baden-Powel dari meninjau Jambore di
Australia, BP juga mengunjungi kota Jakarta yang dahulu masih bernama Batavia
pada tanggal 3 Desember 1934
Tidak ada komentar:
Posting Komentar