Sabtu, 24 Oktober 2015

lanjutan biografi bp

Ø  Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat untuk BP seperti Rugby atau Eton, akhirnya Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse School di tahun 1870.

Ø  Di Charterhouse, BP sangat populer, selain pandai dalam belajar sehingga BP meraih beasiswa, BP juga mengikuti kegiatan ekstra seperti :
Ø  Marching Band
Ø  Klub Menembak (Rifle Corps)
Ø  Teater, Kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Mc Laren.
Ø  Melukis dan menggambar, gambar / ilustrasinya selalu mengisi berbagai karya tulisnya.
Ø  Kiper kesebelasan Chartehouse

Ø  Di Charterhouse School inilah BP mendapatkan julukan lainnya, yaitu “Bathing-Towel”.

Ø  Di usia 19 tahun, BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian BP memutuskan untuk bergabung dengan Dinas Kemiliteran, atas bantuan Pamannya Kolonel Henry Smyth, Komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut BP ditempatkan di india, dengan pangkat Pembantu Letnan.

Ø  Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempegaruhi perkembangan berdirinya Gerakan Kepanduan di Inggris.

Ø  Setelah sempat berpindah-pindah Baden-Powell akhirnya ditugaskan di Mafeking, sebuah kota dipedalaman Afrika Selatan. Kota ini lah yang membuat nama Bp menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya karena jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan Kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer selama kurang lebih 217 hari .

Ø  Selama bertugas di Afrika, Baden-Powell banyak melakukan pertempuran sehingga pengalamannya makin bertambah. Karena keberaniaanya tersebut Baden-Powell mendapat julukan IMPESA dari suku-suku setempat yang memiliki arti “Srigala yang tak pernah tidur”. Hal ini disebabkan karena sifat Baden-Powell yang selalu waspada, cekatan, dan berani.

Ø  Baden-Powell pada tahun1908 menulis buku Scouting For Boys. Sebuah mahakarya yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.

Ø  Pada tahun 1912 Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu diberbagai Negara.

Ø  Pada tahun 1920 para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Duniayang pertama. Pada hari terakhir kegiatan tersebut (6 agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World (Bapak Pandu Sedunia) dan dianugrahi gelar Lord Boden-Powell Of Gilwell.

Ø  Sepulangnya Baden-Powel dari meninjau Jambore di Australia, BP juga mengunjungi kota Jakarta yang dahulu masih bernama Batavia pada tanggal 3 Desember 1934


Tidak ada komentar:

Posting Komentar