Rabu, 16 Juli 2014

BERKEMAH (HIDUP DI ALAM BEBAS)

Berkemah
HIDUP DI ALAM BEBAS
Kegemaran akan berkemah tidak pernah menurun bahkan akhir-akhir ini banyak orang-orang yang menggunakan waktu luang mereka untuk berkemah secara individual ataupun kelompok pada setiap masa liburan. untuk dapat berkemah diperlukan pengetahuan dan cara berkemah yang praktis. Tentu saja bagi setiap orang yang pernah ikut organisasi kepramukaan dituntut harus bias dan terbiasa melaksanakan perkemahan.
                Berkemah merupakan rekreasi yang amat popular, biasanya menggunakan tenda atau semacam kendaraan khusus (vehicle) yang dikenal sebagai caravan, di Indonesia kegiatan berkemah menggunakan mobil atau caravan masih belum popular. Perkemahan dilakukan dengan menggunakan tenda atau sejenisnya, tempat-tempat yang menjadi tujuan berkemah adalah hutan, pegunungan, pantai, atau di sekitar danau.
                Dipandang dari berbagai sudut berkemah banyak jenisnya dan tujuannya pun juga bermacam-macam, walaupun kebanyakan orang berkemah dengan tujuan menghindarkan diri dari rutinitas kehidupan sehari-hari dengan melakuakan kegiatan dialam bebas (outdoor activity). Sewaktu berkemah orang dapat berjalan-jalan, menjelajah, mendaki gunung atau bukit, memancing, berenang, mempelajari atau mengambil foto/gambar dari flora dan fauna selain itu bias juga bermain disekitar api unggun (campfire)
            Dipandang dari jenis perkemahannya, berkemah dapat dibagi ke dalam:
1.       Perkemahan Bhakti: perkemahan wirakarya, kemah kerja.
2.       Perkemahan Ilmiah: perkemahan yang dilakukan untuk penelitian, observasi, atau survey.
3.       Perkemahan Rekrasi: perkemahan yang dilakukan untuk mengisi waktu liburan atau wisata.
4.       Perkemahan pendidikan: perkemahan yang dilakukan oleh Pramuka, PMR, atau organisasi Pecinta Alam.
Dipandang dari lamanya waktu berkemah, perkemahan bias dibedakan menjadi:
1.       Perkemahan satu hari: pagi berangkat sore hari kembali biasanya ketempat yang dekat dari rumah, sekolah, atau penakalan gugus depan.
2.       Perkemahan dua hari: persami atau perkemahan sabtu-minggu, jum’at-sabtu, dsb.
3.       Perkemahan yang lebih dari du hari: perjusami (perkemahan jum’at, sabtu-minggu).
Berdasarkan tempat berkemah,perkemahan dapat kita bagi menjadi:
1.       Perkemahan menetap (Standing camp)
2.       Perkemahan berpindah-pindah (Safari Camp)
Banyak orang beranggapan bahwa menyelenggarakan perkemahan itu mudah. Asalkan ada uang sudah cukup. Padahal pengalaman telah menunjukan bahwa banyak orang yang berkemah mengalami banyak kesulitan atau hambatan sewaktu berkemah karena kurang persiapan.
Dibawah ini ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum menyelenggarakan suatu perkemahan
1.       SASARAN DAN MOTIVASI
Sebelum mengadakan perkemahan, sasaran dan motifasi harus sudah terperinci dan jelas. Sasaran ini harus diketahui oleh semua panitia penyelenggara dan juga para peserta pada umumnya sebab sasaran perkemahan akan mempengaruhi besar pembiayaan, lamanya waktu, banyaknya peralatan, jumlah personil, dsb.

2.       PERENCANAAN (PLENING)
Agar perkemahan mencapai hasil yang diinginkan, perncanaan harus baik. Untuk membuat perncanaan yang baik kita harus mempunyai data-data yang lengkap tentang tempat yang akan digunakan.
Untuk itu kita harus melakukan survey terlebih dahulu. Apa saja yang perlu untuk dilihat selama peninjauan awal (survey) itu adalah:
a.       Keadaan medan perkemahan (termasuk prasarana air dan MCK-nya)
b.      Sarana kesehatan
c.       Keamanan daerah perkemahan (dari gangguan binatang, bahaya alam seperti banjir atau tanah longsor, bahaya gangguan orang jahat).
d.      Kepemilikan tempat, pada siapa harus meminta izin (milik pribadi, desa atau instansi).
e.      Tempat belanja yang dekat (warung, toko atau pasar)
f.        Kemungkinan melaksanakan bakti kepada masyarakat sekitar
g.       Jarak dari tempat kita ke lokasi perkemahan
h.      Kendaraan apa yang bisa digunakan (besar atau kecil)
i.         Tempat/objek yang bermanfaat yang dapat dikunjungi
Dari data-data yang dapat dikumpulkan (setelah survey) maka dimulailah menyusun perencanaan yang meliputi:
Ø  Wakti yang akan diperlukan (dengan membuat time schedule). Persiapan yang dilaksanakan, lamanya perkemahan, waktu tempuh perjalanan, serta pembuatan laporan dan pertanggung jawabaan.
Ø  Tempat dimana akan diselenggarakannya perkemahan.
Ø  Anggaran biaya yang diperlukan.
Ø  Transportasi yang akan dipergunakan (truk, bus, dsb).
Ø  Peserta (jumlah keseluruhan persetanya)
Ø  Pimpinan perkemahan serta panitia penyelenggara.
Ø  Pembagian tugas (job des)
Ø  Peralatan/logistic.
Ø  Susunan acara (program kegiatan)
Ø  Perlu tidaknya untuk mengundang instruktur, narasumber, atau penceramah.

3.       PERSIAPAN SEBELUM BERKEMAH
Persiapan yang baik menjelang keberangkatan, merupakan bagian yang penting dari keberhasilan suatu perkemahan. Persiapan yang dilakukan meliputi kesiapan mental dan fisik.
4.       MOTO
ada moto yang khas jika kita menyelenggarakan atau mengikuti perkemahan contohnya: Tidak ada yang tidaj bisa dikerjakan! Semua kesulitan atau hambatan pasti bisa kita selesaikan jika kita tidak mudah putus asa.
5.       BAHAN MAKANAN
Persiapan makanan adalah besar sekali manfaatnya. Makanan memberikan pengaruh yang sangat beasr caik secara mutu (baik buruknya makanan) maupun dari segi jumlahnya. Gairah dan semangat para peserta dipengaruhi juga oleh bahan makanan.
Makanan yang baik harus mengandung syarat-syarat dibaeah ini:
a.       Mengandung gizi yang cukup
b.      Jumlahnya mencukupi keperluan (disesuaikan dengan jenis kegiatan yang dilakukan)
c.       Makanan harus dari bahan yang mudah dicerna
d.      Makanan tidak cepat basi atau busuk dan terjaga kebersihannya
6.       PERLENGKAPAN
Perlengkapan harus diperinci dengan teliti karena kekurangan sedikit diperkemahan akan menimbulkan dampak yang kurang baik. Perlengkapan dapat dibagi menjadi 4 perlengkapan yaitu:
a.       Perlengkapan pribadi atau perorangan
b.      Perlengkapan regu atau kelompok
c.       Perlengkapan pasukan atau kontingen
d.      Perlengkapan panitia atau penyelenggara
Note: perlengkapan yang dibutuhkan dapat menyesuaikan kebutuhan perkemahan, perlengkapan yang kita bahas adalah perlengkapan secara umum.
PERLENGKAPAN PERORANGAN
                Memilih perlengkapan sangatlah penting, seperti pakaian, tenda dan sleeping bag (kantung tidur), perlengkapan masak, dan juga perlengkapan lain seperti kapak, lentera, lampu senter, peta dan kompas, perlengkapan pppk, tali, dan korek api. Perlengkapan peserta atau perorangan yang harus dipersiapkan secara lengkap adalah:


1.       Ransel
Carilah ransel yang dibuat dari bahan yang ringan tetapi kuat dan tahan air. Ransel juga harus nyaman dipakai dipunggung (back pack), ukuran ransel disesuaikan dengan kebutuhan barang bawaan.
2.       Pakaian seragam pramuka lengkap (jika kegiatan perkemahan yang diadakan oleh organisasi pramuka).
3.       Pakaian ganti (kaos atau kemeja).
4.       Celana panjang (traning suite),celana pendek, celana renang.
5.       Pakaian ibadah.
6.       Perlengkapan kebersihan pribadi.
7.       Pelembab.
8.       Sisir dan jam tangan.
9.       Sandal karet.
10.   Sepatu olah raga.
11.   Handuk.
12.   Jas hujan atau ponco.
13.   Matras.
14.   Senter.
15.   Tas kecil atau tas pinggang.
16.   Perlengkapan makan dan alat masak pribadi.
17.   Tali.
18.   Pisau lipat.
19.   Gunting kecil, buah baju, jarum benang.
20.   Gantungan pakaian.
21.   Kerek api dan lilin.
22.   Jacket atau baju hangat.
23.   Syal.
24.   Topi.
25.   Sarung tangan .
26.   Kantung plastic.
27.   Kartu-kartu keterangan.
28.   Kacamata (sun glasses).
29.   Obat pribadi.
30.   Radio transistor kecil.
31.   Alat tulis.
32.   Pakaian dalam.
33.   Payung.
34.   kompas dan peta.


PERLENGKAPAN KELOMPOK
 Perlengkapan kelompok atau regu yang harus dipersiapkan adalah:
1.       tenda dan perlengkapannya (tiang, tali, pasak, dsb).
2.       tikar, plastic, atau alas tenda.
3.       Lentera, lampu badai, senter, petromaks.
4.       Peralatan memeasak (kompor, penggorengan, panic, teko, dsb)
5.       Peralatan kerja (golok, palu, kapak, sekop, cangkul, dsb).
6.       Ember besar dan kecil.
7.       Bendera (merah putih, WOSM, gudep, semaphore, morse, tunas kelapa)
8.       Perlengkapan kegiatan (timbangan, tongkat, kompas, peluit, dsb).
9.       Kotak atau tas PPPK
10.   Buku atministrasi regu
11.   Surat-surat (mandate, izin, dsb).
12.   Kamera foto
13.   Jam weker/alarem
14.   Dsb.

Dimanapun kita berkemah, keamanan diri dan lingkungan harus menjadi prioritas. Aturan utama bagi orang yang berkemah, baik ditempat berkemah yang masih hijau maupun yang sudah modern (yang mempunyai kamar mandi / MCK dan kedai-kedai) adalah harus menjaga kebersihan. Semua jenis api harus benar-benar dipadamkan sebelum kita meninggalakan bumi perkemahan.


SEKIAN PEMBAHASAN BERKEMAH (HIDUP DI ALAM BEBAS) APABILA ADA KURANGNYA TENTANG PEMBAHASAN BERKEMAH DIATAS MOHON SARAN DAN KOMENNYA

SALAM PRAMUKA!!!
EXPEDISI!!!

SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA

SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA
                Dibawah ini adalah beberapa materi dasar mengenai kepramukaan, yang menjadi dasar bagi suatu penyelenggaraan organisasi gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia yang mulai berlaku sejak dikeluarkannya keppres No. 238/1961.
KIASAN DASAR
1.       Istilah SIAGA adalah masa dimana menyiagakan masyarakat ketika menghadapi pemerintahan colonial Belanda dalam merintis kemerdekaan RI. Ditandai dengan masa kebangkitan Nasional 20 Mei 1908
2.       Istilah PENGGALANG adalah masa menggalang persatuan dan kesatuan pemuda, yang ditandai dengan Sumpah Pemuda 18Oktober 1928
3.       Istilah PENEGAK adalah masa menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Proklamasi, tanggal 17 Agustus 1945.
4.       Istilah PANDEGA adalah masa memandegani mengelola pembangunan dan mengisinya.
5.       Istilah PEMBINA adalah membina Bangsa dan Negara.
6.       Istilah AMBALAN adalah para pemimpin yang bias diandalkan.
Kemudian berikut ini adalah kiasan pada masing-masing golongan yang mengiaskan tingkat-tingkat yang ada yaitu
1.       Arti kiasan golongan Siaga (S): kemudian segeralah kita memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan kesadaran yang tinggi dan penataan yang baik.
a.       Siaga Mula
b.      Siaga Bantu
c.       Siaga Tata
2.       Arti kiasan golongan Penggalang (G): bangsa kita mencari ramuan atau bahan-bahan serta kemudian dirakit, atau disusun dan akhirna diterapkan dalam pembangunan Bangsa dan Negara
a.       Penggalang Ramu
b.      Penggalang Rakit
c.       Penggalang Terap
3.       Arti kiasan golongan Penegak (T): dalam pembangunan kita memerlukan atau membutuhkan bantara-bantara atau ajudan, pengawas, kader pembangunan yang kuat, baik, terampil, dan bermoral yang sanggup melaksanakan pembangunan.
a.       Penenegak Bantara
b.      Penegak Laksana
4.       Untuk golongan Pandega, hanya terdiri dari 1 tingkatan saja yaitu Pandega itu sendiri.
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari lembaga lain, yang dilaksanaksn sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat.
Prinsip dasar kepramukaan adalah:
1.       Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.       Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesame hidup dan alam seisinya.
3.       Peduli terhadap diri pribadinya.
4.       Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progersif melalui:
1.       Pengenalan Kode Kehormatan Pramuka
2.       Belajar berkelompok
3.       System perkelompok
4.       Kegiatan yang menantang dan meningkatkan serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda.
5.       Kegiatan dialam terbuka
6.       System tanda kecakapan
7.       System satuan terpisah untuk putra dan putri
8.       Kiasan dasar

System Among
                System among adalah cara pelaksanaan pendidikan kepramukaan. System among adalah hasil pemikiran Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau dikenal dengan julukan Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan dan pendiri perguruan taman siswa.
                Ki Hajar Dewantara menjabat sebagai Mentri Pendidikan pada Kabinet RI yang pertama. Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 mei 1959. Kata among berarti mengasuh, memelihara atau menjaga, dan orang yang melakukannya disebut PAMONG.

Tanda Pengenal
Tanda pengenal dalam gerakan pramuka dapat dibagi kedalam beberapa kelompok seperti terdapat pada table dibawah ini:
NO
TANDA PENGENAL
CONTOH
1
Umum
Tutup kepala, tanda pelantikan, tanda harian, tanda kepramukaan sedunia.
2
Satuan
Tanda barung, tanda regu, tanda sangga, tanda gudep, tanda kwartir, tanda krida/saka, lencada caerah atau wilayah
3
Jabatan
Tanda pimpinan barung, regu, sangga, tanda wakil pimpinan barung, regu, sangga, tanda Pembina, tanda pembantu Pembina, tanda ambalan, tanda pelatih, tanda pamong saka, tanda dewan kerja
4
Kecakapan
Tanda kecakapan umum (TKU)
S : mula – bantu – tata
G : ramu – rakit – terap
T : bantara – laksana
D : pandega
Pembina : mahir
Tanda kecakapan khusus (TKK)
S : 1 tingkat, segitiga dengan warna bingkai hijau
G : 3 tingkat, warna bingkai merah
T : 3 tingkat, warna bingkai kuning
Instruktur : muda dan dewasa
Pelatih : dasar (KPD dan lanjut (KPL)
Pramuka garuda
5
Kehormatan
Tanda penghargaan
Bintang tahunan
Bintang wiratama
Bintang teladan
Bintang pancawarsa
Bintang dharma bakti
Bintang melati
Bintang tunas kelapa
Lencana karya bakti
  
SATUAN KARYA PRAMUKA (SAKA)
                Satuan karya pramuka SAKA adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan meningkatkan pengetahuan ,kemampuan, keterampilan, dan pengalaman Pramuka dalam bidang kejuruan setra memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya, dan bekal pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan Negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tututan perkembangan pembanguana dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.
                Ada 8 satuan karya pramuka (SAKA) dalam gerakan pramuka, yaitu:
1.       Saka Baharu: Bidang Kelautan
2.       Saka Bakti Husada: Bidang Kesehatan
3.       Saka Bhayangkara: Bidang Kepolisian
4.       Saka Dirgantara: Bidang Keudaraan
5.       Saka Kencana: Bidang Kependudukan
6.       Saka Taruna Bumi: Bidang Pertanian
7.       Saka Wana Bakti: Bidang Kehutanan
8.       Saka Wirakartika: Bidang Belanegara.
Pembina Satuan karya pramuka disebut PAMONG SAKA. Setiap satuan karya mempunyai satuan-sataun yang lebih kecil (kelompok) yang disebut KRIDA. Pamong saka tidak harus anggota pramuka, tetapi setiap anggota masyarakat yang dianggap mampu dan ahli dalam bidang-bidang SAKA, missal guru, dokter, polisi, tentara, pelaut, penyuluh KB, polisi hutan,dsb. Orang-orang tersebut dapat disebut Instuktur SAKA.
TANDA KECAKAPAN KHUSUS (TKK)
Tanda kecakapan khusus (TKK) adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, kemahiran, ketangkasan, atau keahlian Pramuka dalam bidang-bidang yang khusus atau tertentu
PENGGOLONGAN TKK
NO
WARNA
BIDANG
1
Merah
Patriotisme dan seni budaya, contoh: melukis, seni merangkai bunga, menata meja makan,menyanyi, dsb.
2
Kuning
Agama, mental, dan moral, contoh: qoti (mengaji), mu’adzin, sholat, menabung, dsb.
3
Hijau
Keterampilan dan pembangunan, contoh: beternak, kolektor benda/prangko,mata uang, pengendara sepeda, menembak, fotografi, berkebun, dsb.
4
Putih
Ketangkasan dan kesehatan, contoh: berernang, gerak jalan, pengamat, dsb.
5
Biru
Sosial, kemanusiaan, gotong royong, ketertipan masyarakat, perdamaian dunia, dan lingkungan hidup, contoh: juru bahasa, pengaman kampong, pemandu wisata, dsb.

Berdasarkan bentuknya TKK dibagi menjadi 3 tingaktan yaitu
1.       Purwa dengan bentuk lingkaran
2.       Madya dengan bentuk persegi
3.       Utama dengan bentuk segi 5
Untuk penggalang warna bingkai merah, sedangkan untuk penegak dan pandega warna bingkai kuning. Untuk Pramuka siaga hanaya terdapat satu tingkatan saja dan berbentuk segitiga terbalik dengan bingkai berwarna hijau.
10 TKK yang wajib dimiliki oleh anggota pramuka
1.       TKK Berkemah
2.       TKK Juru Masak
3.       TKK Penabung
4.       TKK Pengamat
5.       TKK Pengatur Ruangan/Rumah
6.       TKK Gerak Jalan
7.       TKK Pengaman Kampung
8.       TKK Menjahit
9.       TKK PPPK
10.   TKK Juru Kebun


      SEKIAN PEMBAHASAN SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA APABILA ADA KURANGNYA TENTANG PEMBAHASAN SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA DIATAS MOHON SARAN DAN KOMENNYA
      
    
    SALAM PRAMUKA!!!
    EXPEDISI!!!


v

administrasi pramuka

ADMINISTRASI PRAMUKA
Sebagai sebuah organisasi modern Gerakan Pramuka selalau mengadakan penyesuaian sesuai perkembangan jaman termasuk didalam masalah administrasi. Di banyak satuan (gugus depan) administrasi ini banyak yang tidak terselenggara dengan baik, baik itu disebabkan oleh kendala tenaga (SDM), ilmu maupun perlengkapannya.
                Dibawah ini adalah beberapa langkah mengenai pembenahan administrasi Pramuka. Pengertiana administrasi telah banayak dikemukaan oleh para ahli tetapi yang akan dicantumkan berikutnya adalah pengertian administrasi secara umum, yaitu:
·         Administrasi dalam artian sempit adalah kegiatan yang menyangkut teknis ketatausahaan, seperti surat-menyurat , tulis menulis, pengetikan, pembukuan, arsip pengarsipan, dsb.
·         Administrasi dalam asrti luas adalah suatu proses kerja sama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujian tertantu yang telah ditetapkan bersama.
Untuk administrasi pramuka dibutuhkan beberapa sarana pembantu misalnya buku-buku administrasi pramuka seperti
1.       Buku Presensi (Kehadiran)
Buku ini berisi data kehadiran semua anggota, selain itu bias juga disertakan iuran dan tabingan anggota.

No
Nama
Satuan
H
S
I
A
Iuran
Tabungan
paraf
1









2









Dst










2.       Buku Iuran
3.       Buku Tabungan
4.       Buku Acara Latihan
No
Kegiatan
Waktu
Tempat
Peserta
Biaya
Ket
1






2






dsb







5.       Buku Catatan Rapat (Notulen Rapat)
Hari/tanggal                        : ……………………………………………………………..
Waktu                                   : ……………………………………………………………..
Pokok pembicaraan           : ……………………………………………………………..
Pencatat                               : ……………………………………………………………..



No
Pemasalahan
Pemecaatan
Keterangan
1



2



dst




6.       Buku Inventaris
(perbendaharaan benda/peralatan)      
No
Nama barang
Klasifikasi
Jumlah
Keadaan
Sumber
Ket
1






2






dst







7.       Buku Log (catatan/pertistiwa penting)
No
Tanggal
Catatan
Keterangan
1



2



dst




8.       Buku kas keuangan
No
Tanggal
Jenis
Iuran
No. bukti
Jumlah
Ket
1






2






dst






Keteragan: ada dua macam buku kas, yaitu buku kas besar dan buku kas kecil (harian)

9.       Buku catatan pribadi peserta didik
No
Tanggal
Nama
Catatan
Ket
1




2




dst




Buku catatan pribadi peserta didik ini hanay dipegang oleh Pembina (bukan oleh peserta didik), sebagai catatan kegiatan dan perkembangan peserta didik dan dapat dipindah tangankan kepada Pembina baru sebagai bahan /catatan.

10.   Buku catatan pelantikan
No
Tanggal
Tempat
Waktu
Peserta
Jenis
Ket
1






2






dst






1.       Buku adat istiadat
Buku ini berisikan peraturan-peraturan yang berlaku khusus di satuan tertentu. Peraturan tersebut dapat berisi perintah, petunjuk, dan larangan, yang harus dipatuhi oleh anggota satuan yang bersangkutan.

2.       Buku renungan
Buku ini berisi renungan-renungan untuk berbagai kegiatan seperti unutk upacara pelantikan, setelah latihan rutin, penerimaan angota baru, malam perkemahan, dsb.

3.       Buku tamu
No
Hari/tgl
Waktu
Nama
Jabatan
Tujuan
Ttd
1






2






dst







4.       Buku agenda (surat keluar/masuk)
No
Tanggal
No. Surat
Lamp.
Perihal
Ket
Keluar
masuk



1






2






Dst







5.       Buku ekspedisi (keluar surat)
No
No. Surat
Tanggal
Perihal
Tujuan
Paraf
ket
1






2






dst








Peralatan Latihan
Peralatan satuan perlu dilengkapi dengan barbagai peralatan latihan seperti tertera dibawah ini:
1.       Tiang bendera dan perlengkapannya
2.       Bendera merah putih, bendera kepanduan sedunia, bendera gerakan pramuka
3.       Teks pancasila, pembukaan uud 1945 dan dasadarma.
4.       Buku renungan
5.       Tenda dan perlengkapannya
6.       Alat-alat masak
7.       Kompas dan peta-peta
8.       Alat-alat berkebun
9.       Alat-alat unutk membuat hasta karya
10.   Alat-alat untuk melukis, kesenian, dan olah raga
11.   Tongkat dan tali
12.   Alat PPPK dan kesehatan lainnya
13.   Buku-buku bcaan bermutu
14.   Alat-alat peraga untuk latihan
15.   Dsb.
Perpustakaan Pramuka
Satuan pramuka akan lebih baik jika dilengkapi pula oleh adanya Perpustakaan Pramuka. Buku-bukunya dapat diperoleh dari sumbangan peserta didik, keluarga, atau sekolah. Pengelola dapat dilakukan bergantian.
Marilah mulai saat ini kita benahi segi atministrasi diastuan-satuan. Sebab masalah administrasi sangatlah penting terutama untuk aktifitas para anggotanya. Seperti misalnya Katru Tanda Anggota (KTA) yang kadang-kadang setelah bertahun-tahun dilantik manjadi pramuka, tetapi anggota tersebut belum memiliki KTA.