Selasa, 22 Agustus 2023

SEJARAH PRAMUKA DUNIA

    Sejarah pramuka dunia dimulai dari ide seorang perwira militer Inggris bernama Robert Baden Powell. Beliau terinspirasi oleh pengalaman perangnya di Afrika Selatan, dimana beliau melihat keterampilan bertahan hidup dan berorganisasi dari para penduduk asli wilayah tersebut. Beliau kemudian menulis buku yang berjudul Scouting For Boys pada tahun 1908 yang berisi tentang panduan untuk melatih anak-anak muda menjadi pandu.

    Buku Scouting For Boys pertama kali diedarkan pada tanggal 15 Januari 1908, oleh penerbit Horace Cox, Windsor House, Bream's Building, London E.C. Buku ini menjadi masterpiece yang terjual secara besar-besaran diseluruh dunia. Semenjak tersebarnya buku Scouting For Boys banyak pemuda yang mulai membentuk kelompok-kelompok pandu secara sukarela dan melakukan kegiatan-kegiatan oud door seperti berkemah, berjalan kaki, belajar simpul, mengenal alam dan lain-lain. 

    Baden Powell kemudian mendirikan organisasi resmi bernama Boy Scout Association pada tahun 1910. Selain mendirikan kepanduan untuk putera, Baden Powell juga mendirikan kepanduan untuk peteri dengan dibantu oleh adik perempuannya, Agnes Baden Powell, yang kemudian hari dilanjutkan oleh Lady Baden Powell.

    Gerakan pandu kemudian berkembang sebagai Gerakan pramuka yang dikenal di Indonesia sekarang ini, serta melibatkan pemuda-pemudi dan orang dewasa. Organisasi-organisai kepramukaan di berbagai negara mulai bekerja sama dan membentuk federasi internasional, salah satu kegiatan utama pramuka dunia adalah jambore pramuka dunia, yaitu perkemahan besar-besaran yang diadakan setiap 4 tahun sekali dinegara-negara berbeda.

    Kepanduan atau kepramukaan siaga didirikan pada tahun 1916, dengan illustrasi kegiatannya diambil dari buku yang terkenal karya Rudyard Kipling " The Jungle Book", yang berisi tentang petualangan Mowgli si anak serigala beserta teman-teman binatangnya, Bagheera si macan kumbang dan juga Bugaloo si Beruang.

    Dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1918 BP mendirikan kepanduan untuk golongan penegak (Rover Scouts). untuk meningkatkan kualitas para penegak, BP menulis buku berjudul Rovering to Success (mengembara menuju keberhasilan) di tahun 1922. Buku ini berkisah tentang petualangan seorang anak muda yang sedang berperahu menuju sebuah pantai (BP menyebutnya pantai bahagia) dengan melewati berbagai rintangan berbentuk karang-karang tajam (karang kehidupan) yang berbahaya dan selalu menghalangi laju perahu pemuda tersebut. karang-karang kehidupan itu adalah:

    1. Karang Wanita / Pria (percintaan)
    2. Karang perjudian.
    3. Karang minuman keras dan merokok.
    4. Karang mementingkan diri sendiri (egois) dan mengorbankan orang lain.
    5. Karang tidak bertuhan (atheis)

Jadi dari semula Baden Powell telah mengajarkan bahwa untuk bisa meraih keberhasilan, para pemuda harus bisa menahan diri dari berbagai macam tantangan dan rintangan

Pada tahun 1920 dibentuklah Dewan Internasional yang mempunyai 9 anggota dan kantor pusatnya berada di London, Inggris. Kemudian Dewan INternasional berubah menjadi Biro Kepanduan Sedunia (world Scout Buereau). Yang di tahun 1958nkantor pusatnya berkedudukan di kota Ottawa, Kanada. Pada tahun itu juga tepatnya tanggal 1 mei 1958 kantor pusatnya dipindahkan lagi ke Jenewa, Swiss.

Biro Kepanduan Sedunia (BKS) dibagi menjadi dua yaitu:

    1. Biro Kepanduan Sedunia putera, yang berkedudukan di kota Jenewa, Swiss yang terdiri dari 5  sektor/wilayah, yaitu:
        > Costa Rica (Amerika Tengah dan Selatan)
        > Philipina (Asia)
        > Eropa
        > Afrika
        > Amerika
    2. Biro Kepanduan Sedunia Puteri yang berkedudukan di kota London, Inggris dan terbagi dalam 5 sektor juga, yaitu:
        > Eropa
        > Asia Pasifik
        > Afrika
        > Amerika
        > Amerika selatan.  

BP menerima sebidang tanah dari seorang sahabatnya, William F. DeBois Mc. Laren untuk dipergunakan sebagai tempat bermain dan berlatih, taman tersebut diberi nama Gilwell Park.

Baden Powell diakui sebagai Bapak Pandu Dunia atau Chief Scout of the Worid. Belia meninggal pada tahun 1941, tetapi warisannya tetap hidup hingga sekarang. Gerakan Pramuka dunia terus berkembang hingga sekarang dan memiliki lebih dari 50 juta anggota di lebih dari 200 negara.


WOSM

World Organization of the Scout Movement (WOSM) adalah organisasi internasional yang mengorganisir organisasi-organisasi kepanduan yang ada di negara-negara seluruh dunia, anggotanya sekitar 31 juta orang. WOSM didirikan pada tahun 1920 dan berkantor pusat di kota Genewa, Switzerland. WOSM bekerjasama dengan organisasi serupa untuk kelompok wanita yaitu the World Association of Girl Guides and Girl Scouts (WAGGGS)

Misi dari WOSM adalah memiliki kontribusi terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda, melalui sistem yang berdasarkan pada Janji dan Darma pandu, unruk membantu membangun dunia yang lebih baik, menjadi individu yang mandiri dan berperan positif dalam masyarakat.

WOSM pengorganisasian dibagi ke dalam regional-regional dan dioperasikan dengan konferensi, komite dan biro.

World Scout Conference (WSC) atau Konferensi Kepanduan Sedunia adalah lembaga pemerintahan kepanduan yang bertemu setiap 3 tahun sekali. WSC adalah majelis umum yang dihadiri 6 orang delegasi dari setiap organisasi anggota WOSM. Jika sebuah negara memiliki lebih dari satu organisasi maka dapat dibentuk perwakilan. Pada konferensi ini semua rencana kegiatan yang mendasar dibahas tuntas untuk dilaksanakan dengan seksama.

The World Scout Commitee atau Komite Kepanduan Sedunia terbentuk dari delegasi-delegasi yang terpilih. Komite bertanggung jawab pada impementasi dari resolusi-resolusi yang dihasilkan pada konferensi. Anggota-anggota komite bertemu 2 kali dalam setahun, biasanya bertempat di Jenewa, Swiss. Komite dipimpin oleh seorang ketua (Chairman), dua walik ketua (Vice-Chairman) dan seorang Sekertaris Jendral. 


SEKIAN PEMBAHASAN SEJARAH PRAMUKA DUNIA KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG SEJARAH PRAMUKA DUNIA INI MOHON SARAN DAN KOMENNYA.

SALAM PRAMUKA!!!

EXPEDISI!!!


Kamis, 23 Maret 2023

SURVIVAL (Teknik Bertahan Hidup)

Survival adalah salah satu cara hidup di alam bebas, kata Survival berasal dari bahasa inggris "survive" yang berarti tetap hidup (bisa bertahan hidup), sedangkan pengertian yang lebih luas adalah keadaan dimana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidup dari bahaya yang mengancam hidupnya. Orang yang melakukan survival biasanya disebut Survivor.

keadan sulut yang memungkinkan seseorang melakukan Survival diantaranya adalah:

    1. Tidak adanya (habisnya) persediaan makanan.
    2. Ancaman kondisi medan yang berat.
    3. Tersesat atau terpisah dari kelompok.
    4. Hilang atau tersesat pada eaktu melakukan pendakian (pengembaraan).
    5. Terbatasnya perlengkapan yang dimiliki/tersisa.
    6. Mengalami kecelakaan di alam bebas, dsb.

Untuk mempermudah pengertian tentang Survival, maka dari kata tersebut dapat dibuat kiasan makna untuk dijadikan pedoman umum yaitu:

S sadarilah sungguh-sungguh situasu dan kondisi diri sendiri, medan yang dihadapi dan ancaman-ancaman bahaya yang mungkiun ada.

untung rugi situasi yang dihadapi tergantung pada ketenangan serta penggunaan akal sehat.

R rasa takut dan panik harus dikendalikan, dengan cara mengatur keseimbangan rasio dan emosi.

V vakum (kekosongan), artinya kekosongan waktu harus diisi dengan kegiatan yang menenangkan serta dapat menghibur diri sambil senantiasa mencari jalan keluar.

I ingatlah selalu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

V vivo (vivere)dari bahasa latin yang artinya hidup. Tetap optimis utnuk dapat bertahan, jangan mudah putus asa.

A adaptasi dengan lingkungan sangatlah penting.

L latihlah selau diri dan belajar terus agar jadi bisa

FILOSOFI SUVIVAL

Saat anda merasa tersesat atau terjebak akibat keadaan darurat lingkukan yang mengharuskan anda melakukan Survival ingat kata STOP maksudnya adalah:

S Sit maksutnya adalah duduk/diam berhenti sadar bahwa saat ini dalam kondisi terancam hidupnya

T Thinking maksutnya adalah berfikir apa yang dapat digunaka untuk bertahan hidup

O Observ maksutnya mengamati lingkungan sekitar yang dimanfaatkan untuk bertahan hidup seperti: air, makanan, perlindungan, dll.

P Planning maksutnya adalah setalah mempertimbangkan faktor lingkungan rencanakan tindakan yang akan dilakukan seperti:

    a. Meninggalkan lokasi kejadian untuk mencari bantuan, tandai tempat yang ditinggalkan, beri tanda kemana arah yang dituju agar dapat menjadi tanda bagi tim pencari dan penolong

    b. Tetap dilokasi kejadian dengan pertimbangan lokasi aman dan mempermudah tim pencari menemukan lokasi kejadian dengan melakukan:

        1. Membuat perlindungan yang nyaman (bivak).
        2. Mencari air.
        3. Membuat api.
        4. Mencari makanan.

Bila dalam kondisi survival melibatkan regu atau kelompok, maka aturlah langkah-langkah sebagai berikut:

    1. Tunjuk seorang pemimpin yang dianggap dapat mengeluarkan kelompok dari kondisi survival. Pilih pemimpin yang dianggap paling baik, baik dari segi usia, cara berpikir, bertindak, pengalaman dan juga pengetahuannya.
    2. Bagi dan atur tugas setiap anggota kelompok sesuai dengan pemampuan yang dimiliki.
    3. Jaga rasa saling mebutuhkan dalam kelompok.
    4. Pemimpin juga harus adil dan yang paling penting harus dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Teknik hidup dialam bebas merupakan pengetahuan dan keterampilan dasar yang baik bagi seseorang yang gemar anak petualangn atau mengembara. Dasar -dasar teknik survival dapat ditingkatkan serata dipadukan menjadi kelompok-kelompok disiplin ilmu hidup dialam bebas seperti:

    1. Pengetahuan ilmu medan (navigasi, peta, kompas)
    2. Teknik survival darat, laut, udara.
    3. Ilmu pendaki gunung
    4. Pengetahuan tanda-tanda alam
    5. Teknik pembuatan tenda darurat (bivak)
    6. Teknik pioneering (penggunaan tali dan tongkat)
    7. Teknik isyarat dan semboyan (untuk komunikasi darurat)
    8. Pengetahuan tentang tanda jejak
    9. Biologi dan zoologi praktis
    10. Penetahuan dan teknik SAR (search and resque)
    11. Pengetahuan kesehatan, P3K, serta PPGD (pertolongan pertama gawat darurat)
    12. Dsb.

Untuk memahami teknik survival darat, perlu diketahui sifat-sifat medan yang dihadapi, misalnya:

    1. Rimba belantara, rawa, pegunungan.
        Yang harus diketahui antara lain:
        a. Jenis hutan (hutan primer, hutan sekunder, hutan tersier, savana, atau rawa)
        b. Jenis vegetasi (tumbuhan)
        c. Jenis binatang yang hidup, binatang buas(liar) atau tidak, binatang melata atau bahkan jenis binatang yang beracun
        d. Kemungkinan adanya wabah penyakit/epidemi.
    2. Navigasi
    3. Cara menyalakan api
    4. Cara berlindung (bivak)
    5. Mencari bahan makanan darurat dan air
    6. Menanggulangi bahaya binatang, dsb.
    



SEKIAN PEMBAHASAN PENGERTIAN SINGKAT SURVIVAL KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG SURVIVAL INI MOHON KOMENNYA.
KITA LANJUT DIPOSTINGAN BERIKUTNYA YAITU TENTANG TEKNIK PEMBUATAN BIVAK SEMOGA BERMANFAAT
SALAM PETUALANG!!! 
EXPEDISI !!!