Rabu, 17 September 2025

KNOTTING (simpul tali temali)

KNOTTING atau ikatan kerap juga dalam Pramuka disebut simpul adalah seni dari menyambung tali dan merupakan salah satuketerampilan manusia tertua. Dapat berfungsi sebagai alat maupun hiasan (dekoratif) di beberapa bagian bumi penggunaan simpul dianggap mempunyai unsur magis.

Tali - temali telah lama tercatat dalam sejarah yang merupakan bagian penting dari banyak peristiwa perdagangan dan kerajinan, secara khusus digunakan dikalangan para pelaut dengan kapal pengangkut pada abat ke-19. Mereka telah mengetahui dan telah mengunakan puluhan macam simpul. jumlah yang banyak itu mempunyai kegunaan masing - masing yang sangat spesifik.

JENIS - JENIS SIMPUL DAN CARA MEMBUATNYA

SIMPUL HIDUP

Simpul hidup merupakan simpul paling dasar. Simpul hidup atau overhand knot juga menjadi simpul yang mendasari pembuatan simpul-simpul lainnya seperti simpul mati dan simpul nelayan atau simpul kembar.Simpul hidup digunakan sebagai simpul pada ujung tali untuk menjaga agar jalinan tali di ujung tali tidak terurai serta menjaga tali dari pergeseran.


Cara Membuat Simpul Hidup
Untuk membuat simpul hidup sangatlah mudah. Caranya buatlah sosok (lingkaran) kemudian masukkan salah satu ujung tali ke dalam sosok tersebut kemudian eratkan (tarik kedua ujung tali) hingga sosok tadi mengencang. Lebih jelasnya perhatikan gambar.


Selain overhand knot juga dikenal double overhand knot dan overhand loop. Double overhand knoot merupakan overhand knoot ganda di mana pada langkah kedua (gambar kedua) tali dimasukkan dua kali ke dalam sosok baru dieratkan.

Sedangkan untuk overhand loop membuatnya dengan terlebih dulu membagi tali (bagian yang hendak disimpul) menjadi dua bagian baru disimpul hidup sehingga salah satu ujungnya berupa sosok.


SIMPUL MATI

Simpul mati atau reef knot (disebut juga sebagai square knot) merupakan salah satu simpul mendasar dalam kepramukaan dan kehidupan sehari-hari.

Kegunaan simpul mati adalah untuk menyambung dua buah tali yang sama besar dan dalam keadaan kering. Ini berbeda dengan simpul anyam yang digunakan untuk menyambung dua buah tali yang besarnya berbeda. Ataupun dengan simpul nelayan (simpul Inggris) yang digunakan untuk menyambung tali yang basah atau licin. Di samping untuk menyambung tali, simpul mati juga digunakan untuk menali perban segi tiga (mitela) saat melakukan PPPK.

Cara Membuat Simpul Mati

Setelah mengetahui kegunaan simpul mati, sekarang saatnya seorang pramuka belajar cara membuat simpul mati. Caranya gampang, silakan lihat gambar berikut:



Untuk memudahkan instruksi, dalam tutorial membuat simpul mati ini kita ibaratkan sedang menyambung dua buah tali yang satu berwarna biru dan satunya lagi berwarna putih. Langkah-langkah membuat simpul mati adalah sebagai berikut:

1. Letakkan ujung tali putih di atas ujung tali biru.
2. Lingkarkan ujung tali putih ke bawah tali biru kemudian lingkarkan lagi ke atas.
3. Balik arah ujung tali biru yang tadinya ke arah kanan menjadi ke arah kiri . Demikian juga dengan ujung tali putih, balik ke arah kanan dan letakkan ujungnya di atas ujung tali biru.
4. Ulangi langkah pada nomor dua.
5. Tarik masing-masing ujung tali sehingga simpul menjadi kencang.
6. Dan selesai, simpul mati atau reef knot atau square knot telah jadi.

SIMPUL ANYAM

Simpul anyam digunakan untuk menyambung dua buah utas tali kering yang ukurannya tidak sama besar. Dalam arti, jika ingin menyambung dua utas tali di mana yang satu berukuran besar dan satunya lagi berukuran kecil, gunakanlah simpul anyam.

Membuat simpul anyam atau sheet bend menjadi salah satu teknik kepramukaan bidang tali temali yang paling dasar, bersamaan dengan simpul mati, simpul hidup, simpul pangkal, simpul jangkar dan beberapa lagi


Cara Membuat Simpul Anyam
Untuk membuat simpul anyam atau sheet bend tidaklah sulit. Caranya adalah:



1. Buatlah sosok pada ujung utas tali yang berukuran lebih besar (dalam gambar, tali berwarna biru)
2. Masukkan ujung tali yang lebih kecil (merah) ke dalam sosok tali besar (biru) dari arah bawah
3. Belitkan ujung tali kecil (merah) di bawah tali biru
4. Sisipkan ujung tali merah ke bawah badan tali itu sendiri (gambar 3)

SIMPUL ANYAM BERGANDA

Simpul anyam berganda atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai double sheet bend, tidak hanya mempunyai kemiripan bentuk dengan simpul anyam. Namun fungsi atau kegunaan simpul ini pun nyaris sama. Keduanya berguna untuk menyambung dua buah utas tali kering yang ukurannya tidak sama besar. Bedanya, simpul anyam berganda digunakan jika perbedaan ukuran antara dua utas tali yang disambung tersebut sangat besar.

Sehingga bisa dikatakan bahwa jika ingin menyambung dua utas tali kering yang ukurannya sama, gunakan simpul mati. Jika kedua utas tali berbeda ukuran (yang satu besar dan satunya lagi kecil), gunakan simpul anyam. Dan jika perbedaan ukuran tersebut sangat mencolok (yang satu sangat besar dan satunya sangat kecil), gunakanlah simpul anyam berganda.


Cara Membuat Simpul Anyam Berganda

Seperti disampaikan di awal artikel, membuat simpul anyam berganda tidaklah sulit terutama jika sebelumnya telah menguasai simpul anyam. Karena itu, sebelum mempelajari simpul ini, diharapkan telah bisa membuat simpul anyam terlebih dahulu.

perhatikan gambar dan langkah-langkah dalam membuat simpul anyam berganda sebagai berikut:


1. Tekuk ujung tali yang besar
2. Masukkan ujung tali kecil (dari atas ke bawah), kemudian lingkarkan di bawah kedua utas tali besar yang ditekuk tadi (gambar 1)
3. Selipkan ujung tali kecil di sela-sela antara tali besar dan kecil (gambar 2)
4. Lingkarkan ujung tali kecil pada kedua utas tali besar seperti langkah kedua.
5. Selipkan ujung tali kecil di sela-sela antara tali besar dan kecil lagi seperti langkah ketiga (gambar 3).
6. Tarik dan eratkan kedua utas tali hingga simpul menjadi erat.

SIMPUL JANGKAR

Simpul jangkar (cow hitch) kerap digunakan untuk menautkan tali pada benda lain secara cepat, mengikat jangkar, hingga membuat usungan darurat atau dragbar bersama dengan simpul pangkal dan ikatan palang.



Cara Membuat Simpul Jangkar

Untuk membuat simpul jangkar atau cow hitch sangat mudah. Ada beberapa cara dalam membuat simpul jangkar. Cara yang paling umum dan dianjurkan adalah sebagai berikut:


1. Lingkarkan ujung tali pada benda yang hendak ditali dari sebelah bawah benda(gambar 1)
2. Lintaskan ujung tali di belakang badan tali (gambar 2)
3. Lingkarkan ujung tali sekali lagi pada benda yang hendak ditali dari sebelah atas benda (gambar 3)
4. Selipkan ujung tali sehingga sama dan sejajar dengan badan tali (gambar 4)
5. Tarik kedua ujung tali sehingga simpul mengencang.
Di samping cara tersebut di atas, bisa juga dengan langkah lain seperti gambar berikut:


1. Bagi dua tali dan lingkarkan pada benda yang hendak ditali
2. Tarik kedua badan tali (lihat tanda panah), sehingga seluruh tali masuk ke dalam sosok

Cara kedua ini tampak lebih mudah dan cepat namun memiliki keterbatasan terutama jika badan tali terlalu panjang akan sehingga memakan waktu ketika menarik badan tali hingga masuk ke dalam sosok. Karena itu cara kedua hanya direkomendasikan jika tali tidak terlalu panjang.

SIMPUL PANGKAL


Simpul pangkal atau clove hitch berguna untuk menautkan pada balok serta untuk memulai dan mengakhiri beberapa ikatan semisal ikatan palang, ikatan silang, dan ikatan canggah. Mengingat fungsinya simpul pangkal di atas layaklah jika dikatakan sebagai simpul wajib.

Sebagian pihak memilih menyebut simpul pangkal sebagai ikatan pangkal. Hal ini didasari pemahaman arti ‘ikatan’ sebagai persambungan antara tali dengan benda lain semisal kayu dan tongkat.

Dengan dasar pengertian tersebut simpul palang, simpul jangkar, dan simpul tambat akan dinamai sebagai ikatan lantaran tertaut dengan benda lain. Padahal seharusnya ikatan dimaknai sebagai ‘rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain’. Jika menggunakan pengertian yang terakhir ini, simpul pangkal bukanlah ikatan karena tidak menyatukan dua atau lebih benda lain.

Cara Membuat Simpul Pangkal (Clove Hitch)

Cara Pertama:
1. Lingkarkan tali pada tongkat atau kayu (dari arah bawah) sehingga membentuk ‘sosok’ dengan tongkat ada di tengahnya.
2. Lingkarkan sekali lagi di sebelah kiri ‘sosok’ yang pertama.
3. Ujung sosok dimasukkan sebagaimana arah tanda panah pada gambar di bawah
4. Rapatkan kedua sosok dan tarik ujung tali hingga kencang.
5. Selesai


Cara Kedua:
1. Buatlah dua ‘sosok’ tali seperti pada gambar “a”. Perhatikan posisi kedua ujung tali di mana ujung pertama ada di atas tali (pada gambar, ‘sosok’ yang kiri) dan ujung kedua ada di bawah tali (pada gambar, sosok yang kanan)
2. Rekatkan kedua sosok hingga bertumpukan dengan posisi sosok yang ujung talinya di bawah berada di atas sosok yang ujung talinya di bawah (gambar “b”)
3. Masukkan sosok yang bertumpukan tadi melingkari tongkat atau kayu (gambar “c”)
4. Selesai.


Kedua cara membuat simpul pangkal di atas sama-sama mudahnya. Tinggal memilih mana yang disukai dengan memperhatikan kondisi. Artinya simpul pangkal hendak di buat di tengah-tengah kayu lebih tepat menggunakan cara pertama karena jika menggunakan cara kedua akan kesulitan saat menempatkan simpul ke tongkat.

SIMPUL TAMBAT


Simpul tambat atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai timber hitch sebenarnya sebuah simpul yang sangat sederhana dalam tali temali. Kegunaannya, selain untuk memulai ikatan silang juga untuk menautkan tali pada benda-benda lain, terutama benda-benda yang berukuran besar.


Cara Membuat Simpul Tambat
Mari kita mulai belajar membuat simpul tambat dengan memperhatikan gambar berikut:


langkah-langkah membuat simpul tambat yaitu:
1. Belitkan tali pada benda yang hendak di tali semisal batang kayu.
2. Putar (tautkan) ujung tali sehingga membentuk sosok (mata tali) pada badan tali.
3. Belitkan ujung tali melingkari badan tali yang nantinya bersentuhan dengan batang kayu.
4. Belitkan seperti langkah ke-3 hingga beberapa kali (banyaknya belitan disesuaikan dengan besar batang kayu)
5. Tarik badan tali dan dorong sosok (mata tali) hingga erat dengan batang kayu. Selesai

SIMPUL TIANG

Simpul tiang atau bowline knot sebenarnya sama dengan simpul anyam, perbedaannya hanya pada posisi dan manfaatnya atau kegunaannya. Jika simpul anyam dibuat dengan dua dua ujung dari dua utas tali (antara ujung dengan ujung tali) berbeda dengan simpul tiang yang dibuat dengan satu utas tali dimana simpul dibuat antara ujung tali dengan badan tali. Namun jika diperhatikan bentuk tautan talinya sama.


Manfaat dari simpul tiang adalah untuk membuat sebuah sosok (mata tali) yang kedudukannya tetap (tidak bergeser) atau untuk mengikat sesuatu yang membutuhkan keleluasaan bergerak semisal leher binatang. Dengan simpul tiang, sosok yang terbuat akan tetap dan tidak bergeser (menciut atau melonggar) sehingga leher binatang tidak terjerat.

Cara Membuat Simpul Tiang
Untuk membuat simpul tiang caranya tidak sulit. Perhatikan terlebih dahulu gambar berikut:


1. Pertama buatlah sosok di bagian tengah tali.
2. Ujung tali dimasukkan ke dalam sosok dari arah bawah, kemudian ke atas tali di sisi lain sosok, dan terakhir lewatkan ke belakang (bawah) utas tali yang ada di sebelah atas sosok.
3. Lingkarkan tali pada utas tali tersebut, kemudian masukkan ujung tali ke dalam sosok.
4. Tarik kedua badan tali beserta ujung tali sehingga simpul menjadi erat.

SIMPUL NELAYAN

Simpul Nelayan, Simpul Kembar, Simpul Inggris, atau Fisherman's Knot. Banyak nama yang disandang oleh simpul ini. Selain itu simpul nelayan juga kerap disebut juga sebagai simpul portugis, angler's knot, English knot, halibut knot, waterman's knot, serta portuguese knot. Namun diantara abanyak nama tersebut tampaknya yang lebih familiar di Indonesia untuk menyebut nama simpul ini adalah simpul kembar atau simpul nelayan.


Cara Membuat Simpul Kembar atau Nelayan

Seperti diuraikan di awal, simpul nelayan, simpul kembar, simpul inggris, simpul portugis (fisherman's knot) sebenarnya merupakan gabungan dari dua buah simpul hidup pada masing-masing ujung dari dua utas tali. Sehingga cara membuat simpul ini sebenarnya sangat mudah dan tidak sulit.

Cara membuat simpul ini adalah sebagai berikut:
1. Sejajarkan dua buah utas tali
2. Buatlah simpul hidup pada utas tali pertama dengan badan tali kedua berada di tengah sosoknya.
3. Buatlah simpul hidup pada utas tali kedua dengan badan tali pertama berada di tengah sosoknya.
4. Tarik kedua utas tali sehingga kedua simpul hidup menjadi erat dan rapat.

Manfaat Simpul Kembar, Nelayan, Inggris (Fisherman's knot)Manfaat simpul kembar, nelayan, inggris (fisherman's knot) adalah untuk menyambung dua buah utas tali yang mempunyai ukuran (besar) yang sama namun dalam keadaan basah atau licin. Sehingga simpul ini kerap digunakan oleh para pemancing dan nelayan untuk menyambung nilon atau tali pancing.

Dalam kepramukaan sendiri selain simpul nelayan dikenal juga beberapa simpul lain yang digunakan untuk menyambung tali semisal simpul mati dan simpul anyam. Bedanya, simpul kembar digunakan jika tali yang disambung berukuran sama besar namun dalam keadaan basah atau licin. Sedangkan simpul mati digunakan jika ukuran tali sama besar dan tali kering,

JENIS JENIS IKATAN

Jenis-jenis ikatan yang digunakan dalam tali temali dan pionering yang dipraktekkan dalam kepramukaan, pada intinya hanya menggunakan 4 jenis ikatan. Ikatan pun menjadi salah satu materi pramuka teknik kepramukaan yang mendasar dan sangat sering digunakan.

Keempat jenis ikatan tersebut adalah ikatan palang, ikatan silang, ikatan canggah, dan ikatan kaki tiga. Dalam kesempatan kali ini kita akan mencoba mempraktekkan membuat masing-masing dari jenis ikatan tersebut. Ikatan dalam tali temali sendiri mempunyai arti sebagai rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (mengikat) dua atau lebih benda lain.

Ikatan Palang (Square Lashing)

Ikatan palang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai square lashing merupakan sebuah ikatan yang berfungsi untuk menautkan dua tongkat pramuka atau kayu yang posisinya saling tegak lurus. Penggunaannya seperti untuk membuat kerangka dragbar (tandu), dll. Untuk membuat ikatan palang, berikut adalah langkah-langkahnya:


1. Buatlah simpul pangkal di salah satu tongkat. Belitkan sisa utas tali yang pendek ke utas tali yang panjang.
2. Belitkan tali sedemikian rupa (lihat gambar poin “b” dan “c”) pada kedua tongkat. Bagian atas, jejerkan lilitan tali kedua di sebelah dalam lilitan kedua, demikian selanjutnya).
3. Setelah sekitar empat lilit (atau sesuai kebutuhan), ganti arah putaran tali dan lilitkan di antara dua tongkat (lihat gambar “c” dan “d”)
4. Akhiri ikatan dengan simpul pangkal di tongkat yang berbeda dengan yang disimpul pangkal pada pertama ikatan (lihat gambar “e” dan “f”'

Ikatan silang

Ikatan Silang (Cross Lashing)Ikatan silang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai cross lashing. Kegunaan dari ikatan ini adalah untuk menautkan dua buah tongkat atau kayu yang posisinya bersilangan. Umumnya sudut yang terbentuk dari dua buah tongkat tersebut tidak tegak lurus atau 90 derajat. Jika tegak lurus gunakanlah ikatan palang. Untuk membuat ikatan silang ikutilah langkah-langkah berikut:

1. Buatlah simpul tambat di persilangan kedua tongkat.
2. Belitkan tali antara sudut samping sebanyak empat kali (atau lebih sesuai kebutuhan).
3. Ganti belitkan tali antara sudut atas-bawah sebanyak empat kali (atau lebih sesuai kebutuhan).
4. Akhiri ikatan silang dengan membuat simpul pangkal di salah satu kayu atau tongkat.



Ikatan Canggah
Ikatan Canggah digunakan untuk menyambung dua buah tongkat secara lurus. Penggunaan ikatan canggah seperti untuk membuat tiang bendera dengan sambungan tongkat. Terdapat beberapa versi ikatan canggah, namun yang lebih sering digunakan adalah sebagaimana langkah-langkah berikut:


1. Buatlah sosok di antara dua tongkat yang disambung.
2. Utas tali yang panjang dililitkan mengitari kedua tongkat. Lilit hingga bagian akhir persambungan.
3. Masukkan utas tali ke dalam sosok yang dibuat pada langkah pertama tadi (gbr. 2)
4. Tarik ujung tali sehingga sosok masuk ke dalam lilitan (gambar 2)
5. Utas tali yang bawah simpul dengan simpul pangkal

Ikatan Kaki Tiga (Tripod Lashing)

Ikatan kaki tiga digunakan untuk menggabungkan tiga buah kayu atau tongkat dengan posisi saling lurus atau untuk membentuk kaki tiga. Untuk membuat ikatan kaki tiga ikuti langkah-langkah berikut:


1. Susun tongkat secara sejajar.
2. Buatlah simpul pangkal di salah satu tongkat terluar.
3. Belitkan tali membentuk anyaman pada ketiga tongkat (gbr. 3 –4)
4. Belitkan tali secara menyilang mengikat anyaman antara tongkat pertama dan kedua (gbr. 5-6)
5. Lakukan hal serupa antara tongkat kedua dan ketiga (gbr. 7-8)
6. Buatlah simpul anyam di tongkat terluar (yang berbeda tongkat dengan simpul anyam pertama) (gbr. 9-12)

SEKIAN PEMBAHASAN MATERI KNOTTING KALI INI  KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG KNOTING (SIMPUL TALI TEMALI) INI MOHON SARAN DAN KOMENNYA.

SALAM PRAMUKA!!!
EXPEDISI!!!

Senin, 08 September 2025

TEKNIK PEMBUATAN BIVAK (lanjutan pembahasan survival)

BIVAK

Bivak yaitu suatu tempat dimana kita terlindung, sifatnya sementara (darurat), gunanya untuk melindungi kita dari cuaca buruk dan binatang buas atau liar serta dapat memberikan rasa aman. Mendirikan atau membuat bivak adalah teknik yang penting yang harus dikuasai jika hendak melakukan pendakian atau berkemah.

Materi atau bahan penunjang pembuatan bivak dibagi menjadi dua yaitu:

    1. Bahan yang berasal dari alam seperti gua, batu-batuan, pepohonan (dahan, ranting, dan daun),dsb.
    2. Bahan yang sudah jadi/ada seperti jas hujan, ponco, fly-sheet, atau parasut.

Hal yang perlu diperhatikan sewaktu pembuatan bivak:

    1. Pemilihan tempat yang baik dan menguntungkan, seperti terhindar dari hembusan angin, mudah dilihat dari tempat yang jauh (jika kita sedang tersesat, tim pencari akan mudah menemukan kita).
    2. Faktor keamanan bivak, baik dari bahaya pohon tumbang, tanah longsor, banjir, serangan dari hewan buas/liar, dsb.
    3. Kesehatan yang memenuhi syarat. 

Jenis - jenis Bivak (shelter)
Tipe bivak yang dibuat tergantung pada kondisi medan atau daerah serta bahan-bahan yang ada. Jika tidak ada bahn-bahan untuk pembuatan bivak, carilah apa saja yang dapat digunakan untuk berlindung, misal tonjolan batu, tebing yang menggantung, gua, tetapi tetap perhatikan faktor bahayanya.

Tipe - Tipe Bivak
    
    1. Bough shelter, patahkan sebuah dahan pohon sampai ke tanah, pastikan dahan tersebut tidak akan menimpa kita ( ikat lah dengan kuat), tutupi dengan dedaunan


    2. Root shelter, jika ada akar pohon yang besar berada diatas tanah dan menghalangi angin, kita dapat memakainya sebagai bivak dengan menambahkan dahan dan dedaunan untuk menahan angin.


    3. Fallen trunks, sebuah batang kayu atau pohon yang tumbang dapat kita manfaatkan sebagai bivak dengan ditambahkan sedikit galian dan atap ranting dan dedaunan.


    4. Stone barriers, tumpukan batu dapat digunakan untuk membuat bivak, seperti yang dilakukan orang eskimo selama didaerah yang dingin.



selain 4 tipe bivak di atas kita juga dapat menggunakan jas hujan (poncho) atau flysheet untuk membuat bivak serta lebih cepat dan mudah untuk pembuatannya.
Tipe-tipe shelter sheet(bifak dengan menggunakan lembaran ponco) adalah:

    1. Natural shelter
    2. Triangular shelter
    3. Curl shelter
    4. Doble shelter


SEKIAN PEMBAHASAN MATERI BIVAK KALI INI  KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG BIVAK INI MOHON SARAN DAN KOMENNYA.

SALAM PRAMUKA!!!
EXPEDISI!!!

Minggu, 07 September 2025

SEMAPHORE

Pengertian Semaphore

Semaphore atau semafor (atau ada juga yang mengucapkannya semapur) adalah metode untuk mengirim sinyal atau pesan dengan menggunakan alat-alat sederhana, seperti bendera, batang, atau tangan kosong sekalipun.

Metode ini dilakukan dengan cara mengulurkan kedua tangan membentuk posisi tertentu sesuai formasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Bendera, batang, atau alat lainnya berperan untuk memperjelas arah gerakan tangan ketika menyampaikan pesan.

Penemu dan Sejarah Semaphore

Semaphore diciptakan oleh seorang insinyur sekaligus pendeta asal Perancis bernama Claude Chappe pada tahun 1790. Tujuannya adalah untuk kepentingan komunikasi militer, agar anggota militer bisa berkomunikasi dari jarak yang jauh.

Pada saat itu, semaphore nggak menggunakan bendera seperti saat ini, tetapi menggunakan kayu berukuran besar yang bentuknya menyerupai lengan.

Kayu ini kemudian dipasang di atas menara-menara tinggi yang jaraknya 5 – 10 mil atau sekitar 8 – 160 km antar satu menara dengan menara lainnya.

Pada setiap menara, ditempatkan satu signaller sebagai operator, serta teleskop sebagai alat bantu untuk melihat pesan yang dikirimkan signaller lain dari jarak jauh.

Pada abad ke-19, metode ini banyak diadopsi sebagai metode komunikasi antarkapal. Nah, dari sinilah penggunaan bendera semaphore mulai diterapkan.

Untuk komunikasi antarkapal, anggota militer tidak lagi menggunakan kayu super besar, melainkan menggunakan alat yang lebih sederhana, yaitu bendera.

 Cara Mudah dan Cepat Belajar Semaphore

Salah satu cara yang paling mudah dan cepat dalam menghafalkan kode isyarat semaphore adalah dengan menggunakan metode "8 Penjuru Mata Angin" atau terkadang disebut juga sebagai metode "Jarum Jam". Dengan metode ini, menghafalkan semaphore tidak dilakukan urut sesuai dengan urutan abjad, namun dihafalkan perkunci yang terdiri atas 7 kunci.


Dalam metode ini posisi tangan disusun dalam 8 titik di sekeliling tubuh yang meliputi titik di bawah tubuh, kiri bawah tubuh, samping kiri tubuh, kiri atas tubuh, atas tubuh, kanan atas tubuh, samping kanan tubuh, dan kanan bawah tubuh. Selengkapnya lihat gambar berikut:

Metode belajar semaphore ini, kode isyarat semaphore perhurufnya dibentuk dari posisi dua tangan sesuai dengan 7 kunci. Masing-masing kunci ditandai dan dinamai sesuai posisi salah satu tangan, sehingga:


Kunci 1: Salah satu tangan berada di titik 1 dan tangan kedua berada di titik 2 - 8 sehingga terbentuk 7 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

(1)

1 dan 2   =

Huruf A

(5)

1 dan 6   =

Huruf E

(2)

1 dan 3   =

Huruf B

(6)

1 dan 7   =

Huruf F

(3)

1 dan 4   =

Huruf C

(7)

1 dan 8   =

Huruf G

(4)

1 dan 5   =

Huruf D


Kunci 2: Salah satu tangan berada di titik 2 dan tangan kedua berada di titik 3 - 8 sehingga terbentuk 6 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

(1)

2 dan 3   =

Huruf H

(4)

2 dan 6   =

Huruf L

(2)

2 dan 4   =

Huruf I

(5)

2 dan 7   =

Huruf M

(3)

2 dan 5   =

Huruf K

(6)

2 dan 8   =

Huruf N


Kunci 3: Salah satu tangan berada di titik 3 dan tangan kedua berada di titik 4 - 8 sehingga terbentuk 5 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

(1)

3 dan 4   =

Huruf O

(4)

3 dan 7   =

Huruf R

(2)

3 dan 5   =

Huruf P

(5)

3 dan 8   =

Huruf S

(3)

3 dan 6   =

Huruf Q


Kunci 4: Salah satu tangan berada di titik 4 dan tangan kedua berada di titik 5 - 8 sehingga terbentuk 4 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

(1)

4 dan 5   =

Huruf T

(4)

4 Dan 7   =

Huruf Y

(2)

4 dan 6   =

Huruf U

(5)

4 dan 8   =

TANDA SALAH


Kunci 5: Salah satu tangan berada di titik 5 dan tangan kedua berada di titik 6 - 8 sehingga terbentuk 3 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

(1)

5 dan 6   =

TANDA ANGKA

(3)

5 Dan 6   =

Huruf V

(2)

5 dan 7   =

Huruf J


Kunci 6: Salah satu tangan berada di titik 6 dan tangan kedua berada di titik 7 - 8 sehingga terbentuk 2 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

(1)

6 dan 7   =

Huruf W

(2)

6 Dan 8   =

Huruf X


Kunci 7: Salah satu tangan berada di titik 7 dan tangan kedua berada di titik 8 sehingga terbentuk 1 huruf (kode isyarat semaphore) yaitu:

(1)

7 dan 8   =

Huruf Z


Untuk lebih memperjelas tentang kode isyarat semaphore masih-masing huruf, lihat gambar berikut :

Ketentuan Dasar Mengirim atau Menerima Isyarat Semaphore

Isyarat semaphor diberikan secara berpasangan, artinya terdiri atas dua pihak di mana satu pihak sebagai pengirim dan pihak lainnya sebagai penerima. Dalam menyampaikan dan menerima isyarat semaphore terdapat beberapa ketentuan yang antara lain:


1.     Pengirim dan penerima isyarat semaphore saling berhadapan dan memakai bendera semaphore.


2.     Sikap tubuh tegak dengan kedua kaki agak terbuka. Posisi bendera disilangkan di bawah tubuh (posisi siap / tutup).


3.     Untuk memulai pengiriman, pengirim memberikan isyarat "Tanda Perhatian" berupa huruf "R - Tutup" atau "U - R" secara berulang-ulang.


4.     Jika penerima telah siap, penerima mengirimkan huruf "K" sedangkan jika belum siap penerima mengirim huruf "Q".


5.     Setelah penerima siap, pengirim mulai mengirimkan berita (pesan) huruf perhuruf. Setiap satu kata ditutup dengan "posisi tutup".


6.     Apabila penerima dapat menerima (membaca) pesan perkata, penerima mengirimkan isyarat huruf "C". Sedangkan jika tidak paham (tidak dapat menerima dengan baik), pengirim mengirimkan isyarat huruf "I-M-I". Pengirim mengulangi mengirimkan kata terakhir yang tidak dipahami penerima.


7.     Apabila pengirim keliru mengirimkan pesan, pengirim mengirimkan isyarat "Tanda Salah" atau mengirimkan huruf "E - Tutup" delapan kali kemudianmengulangi mengirim satu kata terakhir yang keliru.


8.     Jika semua pesan (berita) sudah selesai disampaikan, pengirim mengirimkan huruf "A-R" dan penerima membalasnya dengan huruf "R" jika telah dapat menerima semua pesan.


9.  Untuk mengirimkan angka, terlebih dahulu diawali dengan isyarat "Tanda Angka" (posisi 5-6) kemudian kirimkan angka dengan ketentuan angka 1 = A; 2 = B; 3 = C; 4 = D; 5 = E; 6 = F; 7 = G; 8 = H; 9 = I; dan 0 = J. Jika pengiriman angka sudah selesai dan hendak berganti mengirim huruf kirimkan isyarat huruf "J" atau "V".

SEKIAN PEMBAHASAN SEMAPHORE KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG SEMAPHORE INI MOHON SARAN DAN KOMENNYA.

SALAM PRAMUKA!!!
EXPEDISI!!!