Sabtu, 24 Oktober 2015

SEJARAH KEPRAMUKAAN INDONESIA

SEJARAH KEPRAMUKAAN INDONESIA

Kepanduan masuk ke Indonesia (pada waktu itu masih Hindia Belanda, karena Negara kita sedang dijajah Belanda) pertama-tama dibawa oleh orang Belanda. Organisasinya bernama Nederland Indische Padvinders Vereniging (NIPV) yang artinya adalah Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Bangsa kita mulai tertarik pada organisasi tersebut, dank arena sifatnya yang universal maka organisasi kepanduan dapat dengan cepat diterima oleh bangsa kita, apalagi kondisi pada waktu itu sangat memungkinkan. Para remaja dan pemuda kita membutuhkan suatu organisasi yang dapat menampung aspirasi mereka terhadap tanah air.
.
Organisasi ini membuat pemerintah Belanda menjadi cukup khawatir. Oleh karena itu pemerintah colonial belanda melarang bangsa kita mengikuti kegiatan NIPV. Maka berdirilah organisasi-organisasi kepanduan yang bercirikan nasionalisme, dan organisasi kepanduan nasional yang pertama didirikan adalah pada tahun 1916, Javaanse Padvinders Organisatie (JPO) atas prakarsa sultan Pangeran Mangkunegara VII di Surakarta. Pendirian JPO ini membuat para remaja dan pemuda di daerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang memang pada waktu itu bias dianggap sebagai salah satu cara perjuangan dalam usahanya mencapai kemerdekaan.

Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Kemudian Peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, yang menjiwai Gerakan Kepramukaan Nasional kita smakin bergerak maju (merupakan semangat Nasional). Istilah “Pandu” dan “Kepanduan” pertama kali dlam kongres SIAp th. 1928 oleh KH. Agus Salim dikota Banjarnegara, Banyumas, Jawa tengah.

Pandu Indonesia pertama kali mengikuti Jambore di Jambore Dunia V di Volegenzang, Belanda, paa tahun 1937 ygang pada waktu itu bernama PHB (Pandu Hindia Belanda). Peristiwa bersejarah terjad ketika BP dan Lady Baden- Powell berkunjung ke Indonesia (Hindia Belanda), pada tanggal 3 Desember 1934.Bp singgah di Jakarta setelah meninjau Jambore di Australia.

Pada jaman pendudukan penjajah Jepang. Organisasi-orgnisasi  kepanduan dilarang sama sekali. Semua organisasi kepanduan yang ada pada wanktu itu diharuskan bergabung dengan organisasi-organisasi kepemudaan bentuan Jepang. Kemudan setelah PROKLAMASI KEMERDEKAAN  17 Agustus 1945. Bediri kembali organisasi-organisasi kepanduan hingga mencapai jumlah lebih dari 100 organisasi, yang tergabung dalam 3 federasi, yaitu:

*        IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, 13-09-1951)
*        POPPINDO (Persatuan Organissi Pandu Puteri, tahun 1954)
*        PKPI (Perserikatan  Kepanduan Puteri Indonesia)

Kemudian terjadi peristiwa penting lainnya adalah Jambore Nasional kepandua pertama pada masa pandu (sebelu menjadi Pramuka) yaitu diselenggarakan di Pasar Minggu, Jakarta pada tahun 1955 yang diselenggaraka oleh IPINDO. Ketiga federasi tersebut bergabung menjadisatu dalam PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia), sekitar 60 organisasi dengan ± 500.000 anggota pandu. Setelah disadari banyak organisasi kurang baik untuk Persatuan Bangsa. Maka pemerintah mengeluarkan KEPPRES no. 238/61 tentang Gerakan pramuka, sebagai dukungan pemerintah terhadap organisasi kepanduan di Indonesia. Keppres tersebut diatas ditandatangani oleh Perdana Mentri RI ketika itu dijabat oleh Ir.H.Juanda.

Gerakan pramuka bukan badan pemerintahan, seua rganisasi kepanduan melebur diri masuk menjadi anggota Gerakan Pramuka, kecuali organisasi-organisasi kepanduan yang berhaluan kiri (komunis), seteah organisasi-organisasi kepanduan bergabug dengan Gerakan Prmuka mulailah gerakan Pramuka berkembang menjadi organisasi yang disegani. Organisasi Gerakan Pramuka pada saat ni telah menjadi organisasi yang dapat diandalkan dan hal itu tidakterlepas dari jerih payah para pandu dalam membangun kerangka organisasi Gerakan Pramuka seperti seskarang ini. Para pandu telah berjanji untuk bersatu dan kit semua akan selalu teringat pada peristiwa Sumpah Pemuda. 


SEKIAN PEMBAHASAN SEJARAH PRAMUKAAN INDONESIA KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG SEJARAH PRAMUKA INDONESIA INI MOHON SARAN DAN KOMENNYA.

SALAM PRAMUKA!!!
EXPEDISI!!!

KILAS SINGKAT SEJARAH BENDERA BESERTA PENERAPAN DAN PENGGUNAANNYA

KILAS SINGKAT SEJARAH BENDERA BESERTA PENERAPAN DAN PENGGUNAANNYA 

    Bendera merah putih muncul sejak abad ke-20, bukti-bukti tentang kemunculan bendera Merah Putih tersebut adalah sebagai berikut:
1.  Adanya sumpah palapa patih Gajah Mada.
2. Dalam kitab yang dikarang oleh Tambak Alam dari Minang Kabau, menjelaskan adanya bendera Merah Putih Hitam yang mengandung arti
·         Merah          : lambang hulu balang
·         Putih             : agama
·         Hitam            : lambang penghulu adat

Bendera Merah Putih muncul secara formal pada tanggal 17 Agustus 1945. Peraturan penggunaan bendera Merah Putih diatur dalam pasal 35 UUD 1945. Penggunaan bendera Indonesia ditetapkan pada PP.No 40 th 58, serta diperkuat dengan diputuskannya UU. No 24 Th 2009 yang didalamnya tercantum peraturan yang mengenai:
·         Bentuk dan jenis
·         Waktu dan cara penggunaan
·         Tata tertib dalam penggunaan
·         Penggunaan bersama dengan bendera Negara lain
·         Penggunaan dikapal, dilingkungan ABRI (TNI), diluar negri
·         Aturan hukum

Ø  Bab I pasal I PP.No 40 th 1958 berbunyi : Bendera kebangsaan sang Merah Putih selanjutnya disebut bendera kebangsaan berbentuk segi 4 memanjang yang memiliki lebar 2x3m, bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang sama panjang, merah diambil dari merah darah
Ø  Bab I pasal 4 menerangkan tentang:

o   Bendera Pusaka : Bendera kebangssan yang dikibarkan pada upacara 17 Agustus 1945 di Jakarta
o   Bemdera pusaka hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus. Ketentuan - ketentuan dalam pasal 22 tidak berlaku bagi BENDERA PUSAKA.

Dalam UU. No. 24 Tahun 2009 BAB II Pasal 4 ayat (3) dijelaskan aturan tentang ketentuan ukuran Bendera Merah Putuh dengan jumlah 10 ukuran yang diantaranya:
        a. 200cm x 300cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan
        b. 120cm x 180cm untuk penggunaan di lapangan umum
        c. 100cm x 150cm untuk penggunaan di ruangan
        d. 36cm x 54cm untuk penggunaan di mobil presiden dan wakil presiden
        e. 30cm x 45cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara
        f. 20cm x 30cm untuk penggunaan di kendaraan umum
        g. 100cm x 150cm untuk penggunaan di kapal
        h. 100cm x 150cm untuk penggunaan di kereta api
        i. 30cm x 45cm untuk penggunaan di pesawat udara
        j. 10cm x 15cm untuk penggunaan di meja
 
Dalam UU. No 24 Tahun 2009 BAB II Pasal 7 dijelaskan aturan tentang pengguaan Bendera Negera yang diantaranya:
    ayat (1) Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara sebagaimana dimaksut dalam pasal 6 dilakuana pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam.
 
Pasal 12 ayat (1) bendera dapat digunakan sebagi:
        a. tanda perdamaian;
        b. tanda berkabung; dan/atau
        c. penutup peti atau usungan jenazah

Pasal 14 ayat (1) Bendera Negara dinaikkan atau diturunkan pada tiang secara perlahan-lahan dengan khidmat, dan tidak menyentuh tanah.

Pasal 15 ayat (1) Pada waktu penaikan atau penurunan Bendera Negara, semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak dan khidmat sambil menghadapkan muka pada Bendera Negara sampai penaikan atau penurunan bendera Bendera Negara selesai.

Pasal 16 ayat (2) Dalam pertemuan atau rapat yang menggunakan Bendera Negara:
      a. apabila dipasang pada dinding, Bendera Negara ditempatkan rata pada dinding diatas sebelah belakang pimpinan rapat;
        b. apabila dipasang pada tiang, Bendera Negara ditempatkan disebelah kanan pimpinan rapat atau mimbar.

Pasal 21 ayat (1) Dalam hal Bendera Negara dipasang bersamaan dengan bendera atau panji organisasi, Bendera Negara ditempatkan dalam ketentuan:
        a. apabila ada sebuah bendera atau panji organisasi bendera Negara dipasang di sebelah kanan;
     b. apabila ada dua atau lebih bendera atau panji organisasi dipasang dalam satu baris, Bendera Negara ditempatkan di depan baris bendera atau panji organisasi di posisi tengah;
      c. apabila Bendera Negara dibawa dengan tiang bersamaan dengan bendera atau panji organisasi dalam pawai atau defile, Bendra Negara dibawa didepan rombongan; dan
        d. Bendera Negara tidak dipasang bersilangan dengan bendera atau panji organisasi.

Pasal 23 Bendera negara yang digunakan sebagai lencana dipasang pada pakaian di dada sebelah kiri.

Pasal 24 Setiap orang dilarang:
   a. merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksut menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;
        b. memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;
        c. mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;
        d. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar, atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan
    e. memakai Bendera Negara Untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera negara.


SEKIAN PEMBAHASAN SEJARAH PRAMUKA DUNIA KALAU ADA KURANGNYA PEMBAHASAN TENTANG KILAS SINGKAT SEJARAH BENDERA BESERTA PENERAPAN DAN PENGGUNAANNYA INI MOHON SARAN DAN KOMENNYA.

SALAM PRAMUKA!!!

EXPEDISI!!!


ARTI KIASAN LAMBANG NEGARA INDONESIA


LAMBANG NEGARA INDONESIA
                Lambang Negara Indonesia adalah burung garuda yang menengok ke kanan dengan kedua sayap terbentang dan mengandung makna sebagai berikut:
·         Kepala burung menengok kearah kanan
Hal ini melambagkan semua pekerjaan harus dimualai dari niat yang baik dan tulus
·         Jumlah bulu pada tiap sayap berjumlah 17 buah
Jumlah ini melambangkan tanggal proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia
·         Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8 buah
Jumlah ini melambangkan bulan proklamasi bangsan Indonesia
·         Jumlah bulu pada leher dan dibawah prisai berjumlah 19 dan 45
Jumlah ini melambangkan tahun proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia
·         Jumlah bulu pada paha berjumlah 10
Jumlah ini melambangkan jam dimana Ir. Soekarno membacakan dan mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan bangsa indonesai
·         Pada leher garuda tergantung sebuah priasi, dalam prisai tersebut terdapat gambar yang melambangkan dasar Negara yaitu Pancasila:
o   Bintang
Melambangkan sila I yang berbunyi ketuhanan yang maha ESA
o   Rantai baja
Melambangkan sila II yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab
o   Pohon beringin
Melambangkan sila III yang berbunyi persatuan Indonesia
o   Kepala banteng
Melambangkan sila IV yang bebunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
o   Padi dan kapas
Melambangkan sila V yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia
·         Pada perisai trdapat garis melintang yang digambar tebal melambangkan bahwa Negara Indonesia dilalui garis katulistiwa.
·         Kaki burung mencengkram sebuah pita melengkung keatas dan bertuliskan “BHINEKA TUNGGAL IKA” yang berasal dari buku sotasoma karangan empu Tantular yang mengandung arti ”BERBEDA-BEDA TETAP SATU JUA” tulisan tersebut bermaksut bahwa kita bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku, adat, bahasa, budaya, kesenian, dan agama tetapi kita merupakan satu tanah air yaitu Tanah air INDONESIA.

Lambang dengan makna-makna tersebut diatas yang selanjutnya sering kita sebut dengan Garuda Pancasila. Garuda pancasila sebagai lambing Negara Indonesia ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No 66 tahun 1951 tanggal 17 oktober 1951. Penggunaannya diatur dalam peraturan pemerintah No43 tahun 1958

BIOGRAFI BADEN POWELL

BIOGRAFI BADEN POWELL

Berbicara tentang PRAMUKA, maka kita harus mengenal pendiri Gerakan Kepanduan ini yang telah membuat suatu loncatan dalam sejarah yang mengejutkan dunia, berikut Biografi BP :

Nama  Lengkap                       : Robert Stephenson Smyth Baden Powell.
Nama Panggilan                      : Baden Powell atau BP (bee-pee/bipi).
Nama Kecil                             : Ste, Stephe, Stephenson atau Steevie.
Tempat / Tanggal Lahir           : London ( Inggris ) / 22 Februari 1857.
Wafat                                      : Nyeri, Kenya 8 Januari 1941.
Nama Ayah                             : Prof.Domine Baden Powell.
Nama Ibu                                : Miss Henrietta Grace Smyth.
Nama Saudara             : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta,            Jessie dan Baden Fletcher.
Nama Istri                               : Olave St.Clair Soames ( Lady Baden Powell ).
Nama Anak                             : Peter, Heather dan Betty.
Buku – Buku Karya BP          : Scouting For Boys, Aids To Scouting, Rovering to Success dsb.
Penghargaan                            : Ashanti Star (1895), Metabele Campaign (1897), South African War Queen’s (1899), South African War King’s (1901), Companion Order of yhe Batc (1900),dsb.
Warga Kehormatan                 : Newcastle, Tyne, Bangor, Cardiff, Harwich, Kingston on Thames, Poole, Guildford, Blandford, London, Canterbury ddan Pontecraft.

Cerita singkat tentang BP:
Ø  BP adalah seorang tentara inggris dan penemu the Boy Scouts, lahir di london dan merupakan lulusan Charterhouse School. Bergabung dengan pasukan Hussars ke-13 di India pada tahun 1876. Dari 1888 s/d 1895, BP sukses bertugas, di India, Afganistan, Zulu, dan Ashanti. Sebelum dan semasa Perang Boer, BP bertugas sebagai perwira staff dari pasukan Kerajaan Inggris (1896-1897), menjadi kolonel dari pasukan berkuda, Afrika Selatan, dan Letnan Kolonel dari Pengawal Nagake-5 (5th Dragon Guards, 1897-1899). Karena keberaniaan dan penggabdiannya selama mertahankan Kota Mafikeng (dulu Mafeking) dari kepunyaan musuh, dipromosikan menjadi mayor jenderal.

Ø  BP kemudian kembali ke Inggris, pad tahun 1908 BP menjadi Letnan Jenderal. Dianugrahi gelar KeSATRIA tahun 1909, kemudian pensiun dari dinas militer pada tahun berikutnya. BP membentuk the Boys Scouts di tahun 1908 dan dua tahun berikutnya BP membantu mendirikan the Girl Guides, organisasi serupa untuk para anak – anak dan remaja putri selama Perang Dunia I

Ø  BP bersama saudara-saudaranya bertambah akrab sepeninngal ayahnya, yang meninggal pada tanggal 11 Juni 1860. Pada usia 3 tahun BP telah jadi seorang anak yatim. Sehingga dari sejak usia masih sangat muda, BP dituntut untuk dapat hidup mandiri.

Ø  BP telah berusaha untuk hidup mandiri dengan hanya didukung oleh kekerasan hai serta keteguhan ibunya yang tercinta Ny.Henrietta Grace.

Ø  BP sejak kecil sudah banyak mengagumi karya-karya ilmuwan terkenal pada jamannya, seperti Charles Darwin, Babbage, George Elliot, G.H.Lewes, dan James Martineau. BP adalah seorang yang bertipe pekerja keras, beliau tidak mudah putus asa dan penolong. Hal tersebut dapat terlihat pada sebuah tulisan BP dalam sebuah suratnya kepada ibunya.


APA YANG HARUS KUKERJAKAN NANTI
Aku ingin sekali membuat para orang miskin menjadi kaya seperti kita (tulis stephe) dan mereka secara hukum berhak untuk bisa bergembira seperti kita, dan siapapun orang yang berada wajib memberi orang yang tidak punya.
Dan kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menganugerahi kita. dan Dia telah membuat orang miskin dan oranh kaya dan aku akan memberitahumu bagaimana untuk menjadi baik. Sekarang akan kuberitahu. Kau harus selalu berdoa kepada Tuhan, tetapi kau tidak bisa menjadi orang baik hanya dengan berdoa saja, tetapi kau harus berusaha keras menjadi orang baik.(ditulis BP, 26 Februari 1865)

lanjutan biografi bp

Ø  Setelah menemui banyak kesulitan dalam memilihkan sekolah yang tepat untuk BP seperti Rugby atau Eton, akhirnya Ny. Henrietta Grace memasukan BP ke Charterhouse School di tahun 1870.

Ø  Di Charterhouse, BP sangat populer, selain pandai dalam belajar sehingga BP meraih beasiswa, BP juga mengikuti kegiatan ekstra seperti :
Ø  Marching Band
Ø  Klub Menembak (Rifle Corps)
Ø  Teater, Kegemarannya ini terus digeluti hingga sering tampil dalam berbagai pementasan drama bersama sahabatnya Mc Laren.
Ø  Melukis dan menggambar, gambar / ilustrasinya selalu mengisi berbagai karya tulisnya.
Ø  Kiper kesebelasan Chartehouse

Ø  Di Charterhouse School inilah BP mendapatkan julukan lainnya, yaitu “Bathing-Towel”.

Ø  Di usia 19 tahun, BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian BP memutuskan untuk bergabung dengan Dinas Kemiliteran, atas bantuan Pamannya Kolonel Henry Smyth, Komandan dari Royal Military Academy di Woolwich. Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut BP ditempatkan di india, dengan pangkat Pembantu Letnan.

Ø  Pengalaman BP di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempegaruhi perkembangan berdirinya Gerakan Kepanduan di Inggris.

Ø  Setelah sempat berpindah-pindah Baden-Powell akhirnya ditugaskan di Mafeking, sebuah kota dipedalaman Afrika Selatan. Kota ini lah yang membuat nama Bp menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya karena jasa-jasanya dalam memimpin pertahanan Kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa Boer selama kurang lebih 217 hari .

Ø  Selama bertugas di Afrika, Baden-Powell banyak melakukan pertempuran sehingga pengalamannya makin bertambah. Karena keberaniaanya tersebut Baden-Powell mendapat julukan IMPESA dari suku-suku setempat yang memiliki arti “Srigala yang tak pernah tidur”. Hal ini disebabkan karena sifat Baden-Powell yang selalu waspada, cekatan, dan berani.

Ø  Baden-Powell pada tahun1908 menulis buku Scouting For Boys. Sebuah mahakarya yang sangat spektakuler. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar diseluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan.

Ø  Pada tahun 1912 Baden-Powell mengadakan perjalanan keliling dunia untuk menemui para pandu diberbagai Negara.

Ø  Pada tahun 1920 para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Duniayang pertama. Pada hari terakhir kegiatan tersebut (6 agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World (Bapak Pandu Sedunia) dan dianugrahi gelar Lord Boden-Powell Of Gilwell.

Ø  Sepulangnya Baden-Powel dari meninjau Jambore di Australia, BP juga mengunjungi kota Jakarta yang dahulu masih bernama Batavia pada tanggal 3 Desember 1934


Senin, 19 Januari 2015

PENGERTIAN EMOSI

Pengertian Emosi dan Cara Pengendaliannya (Materi SKU Penggalang)


Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.
Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.
Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)

Pengertian Emosi

Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).
Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal
Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.
Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).
Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.
10 Cara mengendalikan Emosi 
1. Perasaan – perasaan yang dialami seseorang umumnya bersumber dari pikiran.
Ketika seseorang berpikiran negatif perasaan orang tersebut cenderung menjadi negatif. Sebaliknya ketika seseorang berpikiran positif, perasaan orang tersebut cenderung positif.
Jadi mengendalikan pikiran adalah langkah pertama untuk mengendalikan perasaan
2. Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiran untuk mengambil keputusan
Semakin seseorang mahir menyerahkan keputusan kepada pikiran, maka semakin sehat emosinya. Itu adalah kondisi ideal dimana akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal.
3. Emosi negatif adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dalam diri seseorang.
Ketika suasana hati menjadi tidak nyaman, cobalah menerangkan dengan berdoa, menemui sahabat untuk berbagi perasaan (Curhat), beristirahat, mendengarkan musik atau apa saja yang disukai.
4. Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negatif yang dirasakan.
Misalnya, apakah masalahnya terlalu berbahaya sehingga seseorang ketakutan? Atau apakah masalahnya begitu gawat sehingga seseorang harus marah besar?
5. Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan yang salah. Misalnya: siapa bilang kegagalan itu suatu kebodohan? Siapa bilang masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya? Dan siapa bilang kita tidak mampu memaafkan?
6. Kendalikan reaksi anda terhadap situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya ketika ada yang menyalip motor dengan tiba-tiba, anda bisa memilih untuk marah atau memilih tetap tenang yang pertama bisa membuat anda jadi orang yang reaktif dan emosional, tapi yang kedua mengajarkan anda menguasai diri dengan baik.
7. Perasaan bukanlah masalah benar atau salah. Manusiawi sekali-sekali memiliki perasaan takut, marah, sedih dan kecewa. Yang penting kita tidak larut dalam perasaan-perasaan negatif itu dan tidak mengambil keputusan-keputusan penting di saat suasana hati sedang kacau.
8. perasaan yang negatif dan suasana hati yang buruk bisa jua disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak sehat.
Kita bisa saja merasa “BETE” ketika film, stress, kurang flu, stress, kurang tidur, capek dan sebagainya. Kita tidak perlu mencemaskan perasaan-perasaan yang tidak nyaman dan bersifat sementara tersebut, sering kalilah melakukan tindakan-tindakan sederhana yang bisa mengubah suasana hati.
9. Hidupkanlah perasaan-perasaan yang menyenangkan sesering mungkin termasuk untuk hal-hal yang kita inginkan tercapai atau terjadi.
Misalnya: perasaan gembira ketika anak kita akan di wisuda ketika mendapatkan hadiah, ketika akan bertemu dengan seseorang yang dicintai atau dinanti, ini adalah salah satu cara mengerahkan emosi untuk membantu mewujudkan impian menjadi kenyataan.
10. Belajarlah mengucap syukur dalam segala keadaan.
Hati yang penuh dengan ucapan syukur akan membuat hidup lebih ringan, pikiran lebih jernih dan perasaan lebih nyaman. Sehingga mengendalikan perasaan bukan lagi beban yang berat.