Rabu, 16 Juli 2014

SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA

SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA
                Dibawah ini adalah beberapa materi dasar mengenai kepramukaan, yang menjadi dasar bagi suatu penyelenggaraan organisasi gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka adalah satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia yang mulai berlaku sejak dikeluarkannya keppres No. 238/1961.
KIASAN DASAR
1.       Istilah SIAGA adalah masa dimana menyiagakan masyarakat ketika menghadapi pemerintahan colonial Belanda dalam merintis kemerdekaan RI. Ditandai dengan masa kebangkitan Nasional 20 Mei 1908
2.       Istilah PENGGALANG adalah masa menggalang persatuan dan kesatuan pemuda, yang ditandai dengan Sumpah Pemuda 18Oktober 1928
3.       Istilah PENEGAK adalah masa menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Proklamasi, tanggal 17 Agustus 1945.
4.       Istilah PANDEGA adalah masa memandegani mengelola pembangunan dan mengisinya.
5.       Istilah PEMBINA adalah membina Bangsa dan Negara.
6.       Istilah AMBALAN adalah para pemimpin yang bias diandalkan.
Kemudian berikut ini adalah kiasan pada masing-masing golongan yang mengiaskan tingkat-tingkat yang ada yaitu
1.       Arti kiasan golongan Siaga (S): kemudian segeralah kita memulai dengan pembangunan yang membutuhkan bantuan kesadaran yang tinggi dan penataan yang baik.
a.       Siaga Mula
b.      Siaga Bantu
c.       Siaga Tata
2.       Arti kiasan golongan Penggalang (G): bangsa kita mencari ramuan atau bahan-bahan serta kemudian dirakit, atau disusun dan akhirna diterapkan dalam pembangunan Bangsa dan Negara
a.       Penggalang Ramu
b.      Penggalang Rakit
c.       Penggalang Terap
3.       Arti kiasan golongan Penegak (T): dalam pembangunan kita memerlukan atau membutuhkan bantara-bantara atau ajudan, pengawas, kader pembangunan yang kuat, baik, terampil, dan bermoral yang sanggup melaksanakan pembangunan.
a.       Penenegak Bantara
b.      Penegak Laksana
4.       Untuk golongan Pandega, hanya terdiri dari 1 tingkatan saja yaitu Pandega itu sendiri.
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari lembaga lain, yang dilaksanaksn sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat.
Prinsip dasar kepramukaan adalah:
1.       Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.       Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesame hidup dan alam seisinya.
3.       Peduli terhadap diri pribadinya.
4.       Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progersif melalui:
1.       Pengenalan Kode Kehormatan Pramuka
2.       Belajar berkelompok
3.       System perkelompok
4.       Kegiatan yang menantang dan meningkatkan serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda.
5.       Kegiatan dialam terbuka
6.       System tanda kecakapan
7.       System satuan terpisah untuk putra dan putri
8.       Kiasan dasar

System Among
                System among adalah cara pelaksanaan pendidikan kepramukaan. System among adalah hasil pemikiran Raden Mas Suwardi Suryaningrat atau dikenal dengan julukan Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan dan pendiri perguruan taman siswa.
                Ki Hajar Dewantara menjabat sebagai Mentri Pendidikan pada Kabinet RI yang pertama. Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 mei 1959. Kata among berarti mengasuh, memelihara atau menjaga, dan orang yang melakukannya disebut PAMONG.

Tanda Pengenal
Tanda pengenal dalam gerakan pramuka dapat dibagi kedalam beberapa kelompok seperti terdapat pada table dibawah ini:
NO
TANDA PENGENAL
CONTOH
1
Umum
Tutup kepala, tanda pelantikan, tanda harian, tanda kepramukaan sedunia.
2
Satuan
Tanda barung, tanda regu, tanda sangga, tanda gudep, tanda kwartir, tanda krida/saka, lencada caerah atau wilayah
3
Jabatan
Tanda pimpinan barung, regu, sangga, tanda wakil pimpinan barung, regu, sangga, tanda Pembina, tanda pembantu Pembina, tanda ambalan, tanda pelatih, tanda pamong saka, tanda dewan kerja
4
Kecakapan
Tanda kecakapan umum (TKU)
S : mula – bantu – tata
G : ramu – rakit – terap
T : bantara – laksana
D : pandega
Pembina : mahir
Tanda kecakapan khusus (TKK)
S : 1 tingkat, segitiga dengan warna bingkai hijau
G : 3 tingkat, warna bingkai merah
T : 3 tingkat, warna bingkai kuning
Instruktur : muda dan dewasa
Pelatih : dasar (KPD dan lanjut (KPL)
Pramuka garuda
5
Kehormatan
Tanda penghargaan
Bintang tahunan
Bintang wiratama
Bintang teladan
Bintang pancawarsa
Bintang dharma bakti
Bintang melati
Bintang tunas kelapa
Lencana karya bakti
  
SATUAN KARYA PRAMUKA (SAKA)
                Satuan karya pramuka SAKA adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan meningkatkan pengetahuan ,kemampuan, keterampilan, dan pengalaman Pramuka dalam bidang kejuruan setra memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya, dan bekal pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan Negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tututan perkembangan pembanguana dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.
                Ada 8 satuan karya pramuka (SAKA) dalam gerakan pramuka, yaitu:
1.       Saka Baharu: Bidang Kelautan
2.       Saka Bakti Husada: Bidang Kesehatan
3.       Saka Bhayangkara: Bidang Kepolisian
4.       Saka Dirgantara: Bidang Keudaraan
5.       Saka Kencana: Bidang Kependudukan
6.       Saka Taruna Bumi: Bidang Pertanian
7.       Saka Wana Bakti: Bidang Kehutanan
8.       Saka Wirakartika: Bidang Belanegara.
Pembina Satuan karya pramuka disebut PAMONG SAKA. Setiap satuan karya mempunyai satuan-sataun yang lebih kecil (kelompok) yang disebut KRIDA. Pamong saka tidak harus anggota pramuka, tetapi setiap anggota masyarakat yang dianggap mampu dan ahli dalam bidang-bidang SAKA, missal guru, dokter, polisi, tentara, pelaut, penyuluh KB, polisi hutan,dsb. Orang-orang tersebut dapat disebut Instuktur SAKA.
TANDA KECAKAPAN KHUSUS (TKK)
Tanda kecakapan khusus (TKK) adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, kemahiran, ketangkasan, atau keahlian Pramuka dalam bidang-bidang yang khusus atau tertentu
PENGGOLONGAN TKK
NO
WARNA
BIDANG
1
Merah
Patriotisme dan seni budaya, contoh: melukis, seni merangkai bunga, menata meja makan,menyanyi, dsb.
2
Kuning
Agama, mental, dan moral, contoh: qoti (mengaji), mu’adzin, sholat, menabung, dsb.
3
Hijau
Keterampilan dan pembangunan, contoh: beternak, kolektor benda/prangko,mata uang, pengendara sepeda, menembak, fotografi, berkebun, dsb.
4
Putih
Ketangkasan dan kesehatan, contoh: berernang, gerak jalan, pengamat, dsb.
5
Biru
Sosial, kemanusiaan, gotong royong, ketertipan masyarakat, perdamaian dunia, dan lingkungan hidup, contoh: juru bahasa, pengaman kampong, pemandu wisata, dsb.

Berdasarkan bentuknya TKK dibagi menjadi 3 tingaktan yaitu
1.       Purwa dengan bentuk lingkaran
2.       Madya dengan bentuk persegi
3.       Utama dengan bentuk segi 5
Untuk penggalang warna bingkai merah, sedangkan untuk penegak dan pandega warna bingkai kuning. Untuk Pramuka siaga hanaya terdapat satu tingkatan saja dan berbentuk segitiga terbalik dengan bingkai berwarna hijau.
10 TKK yang wajib dimiliki oleh anggota pramuka
1.       TKK Berkemah
2.       TKK Juru Masak
3.       TKK Penabung
4.       TKK Pengamat
5.       TKK Pengatur Ruangan/Rumah
6.       TKK Gerak Jalan
7.       TKK Pengaman Kampung
8.       TKK Menjahit
9.       TKK PPPK
10.   TKK Juru Kebun


      SEKIAN PEMBAHASAN SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA APABILA ADA KURANGNYA TENTANG PEMBAHASAN SEKILAS PENGETAHUAN PRAMUKA DIATAS MOHON SARAN DAN KOMENNYA
      
    
    SALAM PRAMUKA!!!
    EXPEDISI!!!


v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar